PELAYANAN BERBASIS KOMUNITAS PADA KELOMPOK LANJUT USIA
Intan Kurniasari, Nurhadi
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Jumlah penduduk lansia di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah transisi demografi yang telah membawa perubahan pada tingkat fertilitas dan mortalitas yang rendah. Memasuki tahun 2000, jumlah penduduk lansia di Indonesia telah mencapai angka 7 persen lebih. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki era berstruktur tua. Peningkatan jumlah lansia tentu akan membawa konsekuensi pada meningkatnya kebutuhan pelayanan sosial bagi lansia itu sendiri. Hal tersebut didasarkan pada tingkat kebutuhan dan permasalahan seseorang yang berbanding lurus dengan semakin bertambahnya usia. Maka dari itu, sesuai dengan UU No. 13 Tahun 1998 bahwa pemerintah, keluarga dan juga masyarakat bertanggungjawab atas kesejahteraan lansia. Namun, yang selama ini terjadi adalah kurang maksimalnya peran pemerintah dalam memberikan pelayanan bagi lansia. Kenyataan tersebut telah mendorong munculnya aktor baru di luar pemerintah yaitu masyarakat. Pelayanan berbasiskan komunitas (community based services) diwujudkan dalam bentuk kelompok lansia. Salah satu kelompok lansia yang ada di Kota Yogyakarta adalah kelompok lansia Puspo Tulodho. Terbentuknya kelompok lansia Puspo Tulodho tidak lain merupakan gagasan warga RW 10 Gondolayu Lor. Ide sampai dengan implementasi kegiatan sejauh ini dilokomotifi oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan lansia RW 10 Gondolayu Lor dan bekerjanya pelayanan berbasis komunitas pada kelompok lansia Puspo Tulodho. Penelitian dilakukan di RW 10 Gondolayu Lor, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Berdasar bahwa pelayanan berbasis komunitas dan permasalahan seputar lansia merupakan sebuah realitas kehidupan, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pada tingkatan tertentu digunakan quick survey kepada 95 orang lansia. Informan yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang terdiri dari lansia, pengurus kelompok serta dinas terkait. Pembahasan mengenai pelayanan berbasis komunitas pada lansia akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa, pelayanan berbasis komunitas mampu menjadi solusi alternatif atas keterbatasan pemerintah dalam memberikan pelayanan pada lansia. Lebih jauh lagi, bahwa perubahan yang terjadi dalam masyarakat telah mengakibatkan bergesernya nilai-nilai pelayanan lansia di dalam institusi keluarga. Sehingga, peran komunitas melalui kelompok lansia yang ada di tiap RW berupaya membantu memenuhi kebutuhan lansia yang tidak dapat diberikan oleh keluarga. Berbicara tentang lansia tentu tidak terlepas dari permasalahan yang selama ini membelenggu dan juga menyebabkan kelompok ini menjadi salah satu kelompok rentan. Dengan berpijak pada kerangka sustainable livelihoods, bahwa kerentanan lansia khususnya yang ada di RW 10 Gondolayu Lor diakibatkan oleh rendahnya aset pada financial capital dan human capital. Oleh sebab itu, dalam mewujudkan kehidupan berkelanjutan pada lansia tentu tidak dapat dilakukan secara individu, sehingga di sini peran komunitas sangat diperlukan.
Kata Kunci : Lansia