Praktik Budaya Dalam Perilaku Organisasional (Studi Etnografi tentang Praktik Budaya Islam dalam Perilaku Organisasional Bank Muamalat Cabang Yogyakarta)
SHALIHATI, Budi Viaya , Widodo Agus Setianto
2009 | Skripsi | Ilmu KomunikasiDalam penelitian ini, penulis mencoba mengkaji representasi budaya Islam dalam perilaku organisasi Bank Muamalat cabang Yogyakarta. Bank Muamalat Yogyakarta mulai beroperasi sejak tahun 2003 dan sama halnya dengan Bank Muamalat Indonesia yang menjadi pioneer perbankan syariah di Indonesia. Bank Muamalat Yogyakarta juga menjadi bank murni syariah pertama yang hadir di tengah masyarakat Yogyakarta. Mengemban misi sebagai pelopor ekonomi Islam di tengah-tengah masyarakat yang saat ini mau tidak mau terbawa arus perekonomian global. Mengakibatkan hampir sebagian besar pola perbankan nasional berkiblat pada nilai- nilai kapitalis yang lebih banyak mengedepankan fungsi organisasi yang berorientasi profit semata dan seakan menciptakan ruh bisnis perusahaan hanya sebagai entitas pencetak laba. Dalam kapitalisme global kita akan melihat adanya campur tangan perusahaan multinasional dengan mekanisme alokasi sumberdaya yang didasarkan pada mekanisme pasar serta diakuinya hak- hak individu. Saat ini, karakter seperti itulah yang didengung-dengungkan oleh sebagian besar negara Barat. Sehingga pada akhirnya kiblat semua Negara yang ingin ikut unjuk gigi dalam globalisasi secara sadar ataupun tidak sadar menjadikan sistem barat sebagai trendsetter bagi negara lain termasuk Indonesia di dalamnya. Pengadobsian yang terjadi tak hanya sampai pada tataran pola pikir, bahkan dalam dunia perbankan trend tersebut dapat serta merta menjelma dalam sepak terjang organisasi bisnis perbankan. Setting yang mengakar kuat buah dari pola pikir barat dalam sistem bisnis perusahaan ternyata cukup berpengaruh pada budaya perusahaan yang dikembangkan oleh perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Sebuah anomali tentunya, bila di tengah-tengah setting yang sedang menjadi trend tersebut bila muncul wajah baru yang membawa pola pikir baru,bahkan mungkin tampak berseberangan. Hanya ada dua kemungkinan dari keberanian tersebut, yaitu tetap bertahan dengan persaingan yang cukup kompetitif atau dengan berjalannya waktu semakin melemahkan identitas perusahaan bisnis tersebut yang akhirnya hanya meninggalkan nama perusahaan saja. Kehadiran Bank Muamalat yang berangkat dari syariat Islam secara otomatis akan menjadikan syariat Islam sebagai landasan gerak organisasi. Tentunya landasan itu tak hanya berhenti pada tataran teknis semata dimana cukup dengan bebasnya usaha bank tersebut dari riba, namun pada akhirnya syariat Islam akan diturunkan dalam setiap aspek gerak bank tersebut. Pada akhirnya kita dapat melihat upaya pembentukan kodifikasi – kodifikasi dari perusahaan baik secara konsepsional maupun operasional dalam tubuh organisasinya. Kodifikasi – kodifikasi dalam bentuk produk-produk perbankan syariah yang mampu bersaing secara kompetittif dengan bank konvesional ,budaya organisasi yang tersistem dengan rapi serta komitmen sumber daya manusia yang berkualitas,merupakan bentuk nyata dari konsep The Celestial Management. Konsep inti dari The Celestial Management adalah ZIKR, PIKR, DAN MIKR. ZIKR adalah filosofi berdzikir (the philosophy of remembrance), bahwasanya tempat bekerja adalah tempat ibadah, sehingga konsekuensinya tempat bekerja harus suci terbebas dari hal- hal yang haram. Selain itu bekerja pun harus ikhlas dan dengan niat yang baik. Bank Muamalat adalah bank syariah yang membebaskan diri dari riba. ZIKR adalah kependekan dari (1) Zero base, yang artinya seseorang yang memandang dan meniatkan pekerjaan dengan yang baik dan suci, sehingga modal utama yang ia miliki adalah perasaan bersih, tampil apa adanya dan bebas prasangka. Pendek kata, orang seperti ini,ia tidak merasa rendah diri , tapi percaya Allah . Cara pandang seperti ini akan meruntuhkan ketakutan dan kecemasan, mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin (2) Iman, berarti bahwa seluruh tindakan didasarkan pada iman kepada Allah. Kekuatan yang menjelma , yang mencipta keajaiban ketika sesuatu dilakukan atas dasar kepercayaan atas kehadiran dan eksistensi Allah. .(3) Konsisten, berarti tetap pada tujuan semula dan tidak mudah goyah dalam menjalankan misi. Konsisten membawa niat, motivasi yang menjaga arah tujuan untuk sampai pada titik sasaran yang membutuhkan sikap hati-hati dan fokus pada usahanya sehingga tercipta keselarasan menuju tercapainya sasaran. (4) Result oriented, mempunyai tujuan yang jelas, yang pada akhirnya the ultimate goal adalah Allah semata. Tidak ada proses yang dianggap sia-sia di mata Allah. Semuanya bernilai, karena itu, result oriented yang dimaksudkan bukan sekedar mengutamakan pencapaian tujuan, melainkan juga memperhatikan bagaiamana prosesnya dilakukan. Dengan kata lain, tidak ada ruang menghalalkan cara disini. Dari awal, proses didasarkan pada niat yang bersih, berakhir dengan hasil yang murni : mardhaatillaah. Konsep ZIKR yang dipahami dan diterapkan oleh seseorang akan menempatkannya sebagai individu yang berpotensi unggul. Empat atribut ini menjadi modal dasarnya dalam mengelola kegiatan dan pekerjaan untuk menghasilkan yang terbaik. Dengan demikian, tempat kerja yang merupakan kumpulan individu- induvidu adalah tempat untuk berpikir dan berbagi kesejahteraan dan kepedulian antar sesama, baik itu kepada Customer, Crew (karyawan), Community, maupun pemegang Capital (dikenal sebagai 4C). PIKR adalah kependekan dari (1) Power sharing, berarti pengembangan organisasi, delegasi wewenang, birokrasi yang efisien, dan kontrol yang memadai, (2) Information sharing, yaitu adanya transparansi informasi kepada seluruh stake holder (4C), (3) Knowledge sharing, yaitu kegiatan koordinasi, diskusi, brainstorming, pelatihan, pengembangan dalam organisasi, dan (4) Reward sharing, yang berarti adanya distribusi kesejahteraan dengan menggunakan sistem yang jelas dan transparan. MIKR adalah filosofi untuk perjuangan (philosophy of warfare), bahwa semua prestasi dicapai dengan kerja keras dan perjuangan. (1) Militan, yang berarti setiap kru harus mempunyai jiwa militansi, yaitu jiwa yang penuh gairah, bersemangat tinggi, siap dan terlatih dengan baik, serta tahan banting dan pantang menyerah. (2) Intelek, yang berarti bahwa militansi didasarkan pada kemampuan intelektualismen yang memadai dan unggul. (3) Kompetitif, adalah kemampuan dan kesiapan untuk selalu bersaing dalam kebaikan sehingga selalu mendapatkan hasil kinerja yang efisien dan optimal. (4) Regeneratif, yang berarti mampu untuk mengembangkan kader-kader baru, patah tumbuh hilang berganti. Juga berarti bahwa organisasi bekerja bukan karena figur tertentu, tapi karena sistem yang mengaturnya dengan baik dan menjadi panduan standar. Keyakinan dan nilai sebagai konfigurasi terdalam dari suatu budaya organisasi Bank Muamalat Yogyakarta dapat teramati dari Stories, Symbols, Organisational Structure, Power Structure, Control System, dan Ritual and Routines dari perusahaan. Budaya organisasi Bank Muamalat cabang Yogyakarta ini layak mendapat apresiasi atas keberanian, inisiatif, serta dedikasi untuk bertahan di tengah kondisi gempuran globalisasi ini yang tetap mampu memberi kontribusi positif kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, harus diakui pula bahwa perlu adanya peningkatan baik dari segi sosialisasi perbankan syariah juga pelayanan perbankan kepada masyarakat.
Kata Kunci : Islam - Kebudayaan