Pemanfaatan Modal Sosial Untuk Menghidupkan Pasar Seni gabusan Memanfaatkan Modal Sosial untuk Menghidupkan Pasar Seni Gabusan)
PURWANA, Mashuri Maschab
2009 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Abstraksi Penulisan skripsi ini mengambil lokasi penelitian yang berada di Kabupaten Bantul sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Kabupaten Bantul, tepatnya Kelurahan Timbulharjo, terdapat pusat seni dan kerajinan yang bernama Pasar Seni Gabusan. Pasar Seni Gabusan dibangun awal tahun 2004 selesai bulan Oktober 2004, dibangun di atas lahan seluas 4 Ha. Sebagai sarana untuk mengangkat ekonomi kerakyatan Bantul yang berpijak pada 3 sektor yaitu pertanian, pasar tradisional dan kerajinan. Pasar Seni Gabusan didirikan atas inisiatif Pemkab Bantul. Sejak awal didirikan, Gabusan dirancang untuk membuka akses pedagang perajin ke pasar internasional. Karenanya, tidak seperti pasar lain, desain pasar yang menampung sekitar 444 pedagang perajin ini juga bertaraf internasional. Pengembangan Pasar Seni Gabusan pun sudah menelan biaya besar dari Pemkab Bantul. Tetapi keadaannya sekarang nampak ironis karena dulu terlihat ramai namun sekarang sepi dari pengunjung. Permasalahan tersebut menarik penyusun untuk mencoba mengelaborasi lebih lanjut. Penyusun dalam membuat penulisan menggunakan metode etnografi yang mampu menelusuri permasalahan sampai dalam. Pada tahap pemaparan penyusun menggunakan kerangka pikir modal sosial dari penjelasan para ahli ilmu sosial dan penulis meletakkan posisi pedagang perajin, pihak manajemen dan pihak Disperindagkop sebagai pihakpihak terkait yang memiliki peran penting dalam proses menghidupkan lagi Pasar Seni Gabusan. Kemudian penulis mencoba melihat realitas lapangan di Pasar Seni Gabusan. Unsur-unsur yang terkait dengan modal sosial tersebut ternyata ada di antara para pedagang perajin Pasar Seni Gabusan. Modal sosial yang dimiliki para pedagang perajin menjadi potensi dari dalam untuk menghidupkan kembali Pasar Seni Gabusan ditambah peran pihak manajemen dan Disperindagkop agar terjalin hubungan sinergis. Selain itu, peran media promosi yang sudah dilakukan dari pemerintah setempat diupayakan terus dilakukan dan didukung kekuatan modal sosial dari para pedagang perajin di sana. Oleh karena itu, pemanfaatan aspekaspek modal sosial menjadi salah satu alternatif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Pasar Seni Gabusan. keyword: pedagang perajin, modal sosial, Pasar Seni Gabusan
Kata Kunci : Modal Sosial