Laporkan Masalah

SEKTOR INFORMAL DAN PEKERJA MISKIN DI KOTA SAMARINDA

Agung Wicaksono, Tadjuddin Noer Effendi

2009 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Sektor informal merupakan sektor pekerjaan yang dinilai dan dianggap kumuh, tidak teratur dan tidak modern oleh sebagian kalangan praktisi pembangunan. Namun pada kenyataanya, bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, pekerjaan pada sektor informal inilah yang dapat menyambung kehidupan masyarakat miskin khususnya masyarakat miskin perkotaaan. Ini menjadi bahasan yang sangat penting, ketika masyarakat miskin perdesaan tidak dapat lagi mendapatkan pekerjaan yang cukup unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, sektor pertanian di perdesaan sudah tidak lagi dianggap sebagai mata pencaharian yang menarik. Akibatnya banyak penduduk desa yang bermigrasi ke kota dengan tujuan awalnya untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Tidak sedikit dari mereka yang bermigrasi ke kota hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini di fokuskan pada pekerja sektor informal, objek penelitian ini adalah pekerja sektor informal yang miskin. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana karakteristik dan persebaran sektor informal menurut jenis dan lapangan pekerjaan utama di kota Samarinda dan apakah pekerja sektor informal di kota Samarida berasal dari rumahtangga yang berada di bawah garis kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian analisa data sekunder yang menggunakan data dari survey Rumici 2008 kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Sampel yang dianalisa sebanyak 1.664 anggota rumahtangga laki-laki dan perempuan dengan cakupan seluruh kecamatan di kota Samarinda. Variable dalam penelitian ini adalah status pekerjaan, yang terdiri dari pekerja upahan/bergaji, PNS/TNI/Polri, pengusaha/usaha sendiri, pekerja keluarga tanpa upah. Yang termasuk sektor informal adalah pekerja upahan, pengusaha/usaha sendiri dan pekerja keluarga tanpa upah yang memiliki jumlah pekerja kurang dari 10 pegawai. Umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga Sebulan, yang terdiri dari Pengeluran Bukan Makanan (aneka barang dan jasa) dan Pengeluaran Makanan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis data kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam guna memperdalam studi kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pekerja di kota Samarinda belum mencerminkan kondisi perekonomian modern karena masih banyaknya anggota rumahtangga yang bekerja pada sektor informal. Pun sektor pekerjaan informal menyerap dari mereka yang berpendidikan rendah dan banyak pekerja miskin sektor informal di kota Samarinda yang hidup dari tambal-sulam hutang. Kesimpulan dalam analisa ini adalah hubungan kemiskinan di kota Samarinda lebih menonjol di sektor pekerjaan informal daripada di sektor pekerjaan formal. Kata kunci : Struktur Pekerjaan, Sektor Informal, Kemiskinan.

Kata Kunci : Kemiskinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.