Laporkan Masalah

KELANJUTAN USAHA PERAJIN GRABAH DAN KERAMIK PASKA GEMPA ( Analisis Grounded Research Terhadap Perajin Grabah dan Keramik Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta)

AHMAD MAKKY AR-ROZI, Tadjuddin Nur Effendi

2009 | Skripsi | Sosiologi

INTISARI Kelanjutan usaha kerajinan gerabah dan keramik desa Panjangrejo paska gempa merupakan keniscayaan untuk diupayakan. Industri kerajinan ini merupakan usaha yang telah turun-temurun ditekuni oleh sebagian besar warga desa. Selain itu,kerajinan gerabah dan keramik juga mempunya andil yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk desa. Keberadaan industri kerajinan ini secara tidak langsung telah menjadi bagian solusi bagi pemecahan masalah yang dihadapi oleh desa maupun kota. Gempa telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perajin gerabah dan keramik desa Panjangrejo. Kerugian tersebut berupa rusaknya bengkel usaha beserta seluruh peralatan kerajinannya. Tak pelak hal ini menjadikan usaha kerajinan ini ‘mati suri’,sehingga produktivitasnya pun turun tajam. Dibutuhkan dorongan motivasi dan bantuan usaha agar usaha ini kembali bergerak. Dalam penelitian kali ini peneliti mencoba untuk mengetahui permasalahan – permasalahan yang dihadapi oleh perajin gerabah dan keramik serta kiat-kiat usaha yang dilakukan untuk memulai produksi paska bencana gempa. Metode yang dipilih adalah analisis Grounded Research dengan alasan metode analisis ini memiliki kelebihan untuk mengumpulkan data dan mengolahnya secara sistematis. Sehingga out put yang ingin dicapai adalah sebuah teorisasi data secara induktif dengan fenomena yang dijelaskannya. Paska gempa perajin mengalami berbagai permasalah untuk bisa bangkit dan memulai usahanya. Secara garis besar permasalahan yang dihadapi adalah modal dan tenaga kerja. Modal yang dimaksud adalah perlengkapan kerajinan dan dana untuk menggerakkan usaha. Sedangkan permasalahan tenaga kerja yang dialami disebabkan oleh minimnya tenaga terampil dan mahalnya biaya tenaga kerja. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa banyak tenaga kerja yang beralih menjadi tukang bangunan karena pendapatan yang ditawarkan lebih tinggi. Melanjutkan usaha paska gempa merupakan proses yang saling berkaitan dan menarik untuk diikuti. Sebelum berfikir untuk memulai usahanya,perajin terlebih dahulu berusaha mengembalikan kehidupan kesehariannya seperti semula. Kehidupan keluarga dan sosial kemasyarakatan menjadi fondasi awal dalam memulai usahanya. Setelah kondisi tersebut dapat teratasi, barulah mereka berusaha untuk mengembalikan produktivitas usahanya. Namun ada fenomena enarik yang membuat usaha kerajinan ini bergegas untuk bangkit yaitu banyaknya permintaan pasar yang sayang untuk ditolak. Sehingga mereka memacu mereka untuk memebuhi permintaan pasar tesebut. Banyak kiat-kiat yang mereka lakukan untuk memulai usahanya sekaligus mengatasi permasalahan yang dihadapi paska gempa. Kendala modal salah satunya mereka siasati dengan menerapkan sistem uang pangkal hingga 30 % dari harga kesepakatan, sedangkan kendala keterbatan tenaga kerja terampil dipenuhi dengan meningkatkan biaya tenaga kerja. Pengembangan usaha menjadi tantangan berikutnya dalam memajukan industri kerajinan keramik desa Panjangrejo. Langkah utamanya adalah mengubah pandangan sebagian besar perajin terhadap kerajinan rakyat ini. Sehingga usaha ini tidak sekedar menjadi pekerjaan ‘samben’ dibanding pekerjaan pokoknya sebagai petani. Dengan demikian Industri kerajinan gerabah dan keramik desa Panjangrejo dapat maju berkembang menjadi sentra industri yang diperhitunggkan.

Kata Kunci : Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.