Laporkan Masalah

BERITA PARIWISATA DALAM SURAT KABAR (Analisis Framing Berita Pariwisata Yogyakarta dalam Kedaulatan Rakyat dan Kompas Periode 100 Hari Pasca Gempa Bumi 27 Mei 2006)

Detik Utami, Muhamad Sulhan

2009 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

saripati Pada hakekatnya, isi media merupakan hasil konstruksi realitas. Proses konstruksi realitas yang dilakukan oleh media merupakan usaha “menceritakan” sebuah peristiwa atau keadaan. Realitas tersebut tidak serta merta melahirkan berita, melainkan melalui proses interaksi antara penulis berita dengan fakta. Dengan kata lain, pembuatan berita pada dasarnya merupakan proses penyusunan atau konstruksi kumpulan realitas sehingga menimbulkan wacana yang bermakna. Penelitian yang tersaji dalam bentuk skripsi ini menganalisis berita pariwisata pada Harian Kedaulatan Rakyat dan Kompas dengan menggunakan teknik analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Model analisis framing tersebut meneliti unsur-unsur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dari sebuah berita. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui bingkai berita pariwisata Yogyakarta pada Surat Kabar Kedaulatan Rakyat dan Kompas pasca gempa bumi 27 Mei 2006. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa Kedaulatan Rakyat dan Kompas memiliki bingkai yang berbeda dalam memberitakan pariwisata Yogyakarta pasca gempa bumi 27 Mei 2006. Kedaulatan Rakyat cenderung melihat masalah recovery kepariwisataan dari sudut pandang pemerintah dan elit (pengusaha dan praktisi kepariwisataan). Pemerintah adalah agen pembangunan dan pemulihan kepariwisataan pasca gempa bumi. Sedangkan Kompas lebih memandang upaya recovery kepariwisataan dari sisi humanis. Mitigasi (perlakuan khusus) kepariwisataan Yogyakarta pasca bencana adalah penting, dengan mensinergiskan kekuatan pemerintah dan masyarakat grassroots yang masih dinilai bekerja sendiri-sendiri. Selain itu, latar belakang dan filosofi kedua media yang berbeda, membentuk karakter bingkai berita pariwisata Yogyakarta masing-masing media berbeda pula. Kedaulatan Rakyat yang bersendikan pada filosofi Jawa cenderung membangun berita pariwisata Yogyakarta dengan nuansa nilai lokalitas Yogyakarta. Sementara Kompas yang bersandarkan pada filosofi humanisme transcendental cenderung membangun berita pariwisata Yogyakarta pada aspek humanis yang universal.

Kata Kunci : Surat Kabar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.