Laporkan Masalah

GEMPA YOGYAKARTA DALAM FILM DOKUMENTER

Monika Pretty Aprilia, Budi Irawanto

2009 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

ABSTRAKSI Media massa tidak hanya sekadar memberikan informasi kepada masyarakat saja. Media juga punya fungsi untuk memberikan sebuah pandangan tertentu sehingga masyarakat memiliki sikap atas permasalahan sosial yang sedang terjadi. Fungsi inilah yang dimiliki oleh film dokumenter, sebuah media yang masih dianggap pinggiran karena dikenal “berat” dan membosankan. Meskipun begitu, film dokumenter merupakan salah satu media yang tidak hanya menampilkan masalah sosial dari permukaan saja, tapi juga dari perspektif lainnya. Seperti peristiwa gempa Yogyakarta, yang terjadi pada suatu pagi, tanggal 27 Mei 2006. Peristiwa bencana yang terjadi saat itu ternyata menimbulkan rasa solidaritas yang begitu tinggi dari masyarakat Indonesia dan dunia kepada para korban. Hal ini disebabkan karena eksploitasi besar-besaran yang dilakukan media massa kepada para korban. Sehari setelah gempa, media massa tidak henti-hentinya memberitakan korban dari sisi kesedihan saja. Sehingga tidak heran, masyarakat di luar Yogyakarta dan Jawa Tengah berpikiran bahwa gempa yang terjadi memang sangat dahsyat. Tidak seperti media cetak dan televisi, film dokumenter menyajikan gempa Yogyakarta tidak dari sisi kesedihannya saja. Namun ada banyak cerita yang lebih positif di sana sehingga gambaran kesedihan itu tidak mendominasi pikiran masyarakat tentang peristiwa bencana yang terjadi. Seperti film dokumenter independen, Bayi Fitri (2006) dan Berdiri di Atas Kaki Sendiri (2006), yang mengangkat gempa Yogyakarta dari perspektif yang berbeda dari berita televisi dan media cetak. Kedua film dokumenter ini banyak bercerita tentang bagaimana para penyintas (korban bencana yang selamat) tetap punya semangat untuk terus bertahan hidup. Film dokumenter, seperti film fiksi, juga memiliki struktur naratif dalam penceritaannya. Struktur naratif inilah yang menyimpan kode-kode, apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pembuat film. Kata kunci: film dokumenter, struktur naratif, gempa, korban

Kata Kunci : Film


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.