UPAYA-UPAYA PEMBERDAYAAN TERHADAP WARIA: STUDI KASUS LSM KEBAYA DI YOGYAKARTA
Anis Elok Alfiyah, Djoko Suseno
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) KEBAYA merupakan salah satu representasi dari lembaga swadaya masyarakat di Indonesia yang mewadahi kaum waria dan berlokasi di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. LSM yang mengedepankan bagaimana memotivasi para waria yang trerkena virus HIV AIDS ini didirikan pada akhir tahun 2006, di bawah pimpinan seseorang yang biasa disebut dengan Mami Vin. Selama kurang lebih 2 tahun berjalan, LSM KEBAYA banyak mendapat sorotan, baik itu positif mupun negatif walaupun keberadaannya juga banyak mendapatkan apresiasi, baik dari masyarakat sekitar maupun dari pemerintah kota. Berawal dari pengalaman Mami Vin sebagai relawan di PKBI, yang pernah menjalani berprofesi sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial), akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan PKBI dari tahun 1994-2005. Setelah belajar berorganisasi dan melihat kenyataan bahwa banyak teman seprofesinya meninggal karena terjangkit penyakit AIDS, Mami Vin ingin mengaplikasikan ide-idenya untuk lebih mengangkat harkat dan martabat waria dengan mendirikan LSM KEBAYA. LSM KEBAYA mengusung tema pemberdayaan, hal itu diangkat dalam upaya kemandirian bagi kaum waria yang selama ini tak berdaya. Menjadi Pekerja Seks Komersial merupakan pilihan yang sulit bagi para waria tersebut dikarenakan keterbatasan lapangan kerja yang tersedia, hal ini tidak lain adalah karena kurangnya keterampilan yang dikuasai dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki kaum waria. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana bagaimanana upaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan LSM KEBAYA terhadap waria di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, hal ini karena metode penelitian kualitatif lebih fleksibel untuk meneliti perilaku masyarakat yang menjadi fenomena yang benar-benar terjadi di lingkungan masyarakat, oleh karena itu penelitingan menggunakan metode kualitatif ini digunakan untuk meneliti fenomena waria yang ada di lingkungan masyarakat. Penelitian ini dilakukan Juni-Juli 2009 dengan mengambil lokasi di Kelurahan Gowongan Lor, Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan KEBAYA terhadap waria dampingan kurang berhasil. Justru terkesan ada ketidakberdayaan bagi waria dampingan karena adanya unsur eksploitasi yang dilakukan oleh staf KEBAYA terhadap waria dampingan KEBAYA.. Kata Kunci: Pemberdayaan dan Eksploitasi
Kata Kunci : Waria