Laporkan Masalah

INDUSTRI KECIL BATIK TULIS DI TENGAH MEREBAKNYA BATIK PABRIKAN

Nur Indah Kusumawati, Hempri Suyatno

2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

INTISARI Peran penting industri kecil sangat bermanfaat bagi penggerak pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Sifat usahanya yang fleksibel diyakini dapat mengatasi permasalahan mendasar suatu negara, yakni memberikan kontribusi dalam hal perluasan kesempatan kerja, penanggulangan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendukung proses industrialisasi. Industri kecil batik tulis Dusun Karangkulon, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul merupakan usaha turun temurun yang ditekuni oleh sebagian besar wanita yang dapat memberikan peningkatan ekonomi keluarga. Pada perkembangannya, usaha ini tidak terlepas dari pasang surut karena adanya berbagai permasalahan yang dialami. Salah satunya adalah persaingan dengan batik pabrikan yang dapat menghambat dalam bidang pemasaran. Merebaknya batik pabrikan yang diproduksi secara massal dan relatif berharga murah memberi pengaruh pada kemajuan usaha batik tulis Karangkulon, sehingga pengrajin di dusun ini memerlukan beberapa strategi untuk bisa mempertahankan keberlangsungan usahanya agar posisinya tidak tergeser oleh batik pabrikan. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah mengungkapkan strategi survival pengrajin batik tulis di Dusun Karangkulon dalam mempertahankan usahanya di tengah merebaknya batik pabrikan. Sebagai analisis permasalahan digunakan teori aksi untuk menjelaskan tindakan-tindakan para pengrajin dalam mengatasi permasalahan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Pengambilan informan dilakukan secara bertujuan (purposive) sehingga sudah ditentukan terlebih dahulu. Informan yang diambil seluruhnya berjumlah 24 orang. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi terhadap para pengrajin batik tulis di Dusun Karangkulon dan pihak-pihak yang terkait dengan usaha ini. Berdasarkan hasil penelitian, merebaknya batik pabrikan berimplikasi pada buruh batik dimana batik setengah jadi yang mereka produksi tidak laku di pengepul, tak hanya itu, pengrajin lama juga mengalami lesunya penjualan. Pada dasarnya, di Dusun Karangkulon terdapat buruh batik, kelompok pengrajin lama yang telah berdiri dari tahun 1982, dan kelompok pengrajin baru. Tidak semua pengrajin terkena imbas dari merebaknya batik pabrikan ini, bagi kelompok pengrajin baru ini belum merasakan dampak merebaknya batik pabrikan karena pengelolaan kelompok dan cara pemasaran dan produksi batik yang mereka lakukan dapat dikatakan baik. Terkait dengan derasnya arus batik pabrikan di pasaran, maka pengrajin Dusun Karangkulon memakai beberapa strategi untuk mempertahakan keberadaan usahanya. Bagi buruh batik, strategi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas batik dan menjalin kerjasama yang baik dengan pengrajin lain. Sementara, kelompok pengrajin lama melakukan strategi survival dengan mempertahankan kualitas batik halus, mengkombinasi motif klasik dan modern, mengikuti pelatihan-pelatihan, promosi melalui website dan menjalin kerjasama baik dengan mitra usaha dan pengrajin yang lain. Secara overall industri kecil batik tulis di Dusun Karangkulon dapat mampu bertahan dan bersaing di tengah merebaknya batik pabrikan terbukti dengan keberhasilan strategi yang digunakan oleh mereka, meskipun ada beberapa strategi yang belum terlihat dampak atau keberhasilannya karena sedang dilakukan.

Kata Kunci : Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.