KEBIJAKSANAAN USAHA BUDIDAYA TEBU MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN TEBU RAKYAT (PTR )
JUNI PRABANDARI, Agus Pramusinto
1999 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)ABSTRAK Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan semakin membaiknya taraf ekonomi kehidupan masyarakat menyebabkan kebutuhan akan gula semakin meningkat pula. inpres No, 5 tahun 1998 mengenai Program Pengembangan Tebu Rakyal (PTR) merupakan usaha dari pemerintah dalam bentuk kemitraan usaha budidaya tebu antara PG dengan petani tebu dengan tujuan mewujudkan sistem kerjasama dengan asas saling memerlukan, saling meuguntungkan, dan saling memperkuat. Peranan kelompok tani dan koperasi petani tebu sebagai kelompok mitra bagi PG sangat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan program. Keterlibatan individu dapat semakin meningkat dan kebebasan pemasaran gula dari PTR ini telah herhasil meningkatkan pendapatan petani, hal ini juga mempengaruhi keinginan petani untuk tetap berbudidaya tebu. Metode yang digunakan untuk meneliti adalah studi kasus dengan mengkombinasikan tujuan eksplorasi dan diskriptif. Realitas yang dipelajari adalah kegiatan petani peserta (petani di kecamatan Kertosono) serta peranan koperasi sebagai koordinator dan PG sebagai lembaga inti dalam pengelolaan dan pelaksanaan program PTR. Dalam penelitian ini diambil beberapa sampel dari petani tebu di wilayah kecamatan Kertosono, yaitu berjumlah 50 orang dari 1.34 peserta, serta beberapa orang kunci dari PG Lestari Kertosono. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan : • Peranan kelompok tani dan Koperasi sebagai kelompok mitra bagi PG sangat besar , karena sistem kerja administrasi mereka sangat berperanan sebagai koordinator terutama dalam mengalokasikan dana dan memobilisasikan tenaga/orang. • Realisasi peningkatan pendapatan telah dirasakan oleh petani karena gula dapat dijual bebas, karena hasil tebu lebih besar dari non tebu, maka petani tebu di Kertosono tetap berbudidaya tebu. • Pole kemitraan telah diterima oleh petani tebu di Kertosono dan dapat dilaksanakan dengan baik oleh PG Lestari. Saran yang dapat disampaikan adalah : • Perlu adanya peningkatan muatan dalam Forum Temu Kemitraan clan penambahan waktu pertemuan. • Keterlibatan petani dalam pengelolaan KPTR perlu lebih difungsikan. • Perin adanya penelitian lanjutan, masili dengan metode analisis kebijaksanaan kemitraan, tetapi foinis pada petani tebu yang tidak tergabung dalam kelompok tani serta petani yang sulit menerima motivasi terhadap penanaman tebu, untuk memperoleh gambaran yang lebih luas dan sebagai bahan perbandingan.
Kata Kunci : Industri Gula