Laporkan Masalah

STRATEGI PENINGKATAN PAD (STUDI TENTANG MANAGEMEN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DI DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA MAGELANG)

Irwan Prasetiyawan, Ratminto M.Pol.Admin

2001 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Dipenda sebagai institusi publik yang memiliki wewenang melakukan pengelolaan dan pengkoordinasian di bidang pendapatan daerah ini menghadapi tantangan yang cukup berat dalam pengoptimalan PAD, dimana dalam pengoptimalan PAD ini tetap harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu maka manajemen pajak dan retribusi daerah yang baik dalam hal ini mutlak dibutuhkan dalam rangka pengoptimalan PAD tersebut. Dan dalam konteks semacam ini diperlukan formulasi strategi yang benarbenar efektif, tepat, dan cermat dalam rangka peningkatan PAD malalui manajemen pajak can retribusi daerah tersebut. Untuk saat ini proses manajemen pajak can retribusi daerah yang dilakukan Dipenda Kota Magelang meliputi kegiatan mulai dad perencanaan target penerimaan pajak dan retribusi daerah, penyuluhan, pengembangan, pengkoordinasian pengelolaan pajak can retribusi daerah baik intern dinas maupun antar dinas pengelola pendapatan daerah yang lain, pendataan can pendaftaran wajib pajak dan retribusi daerah. pemungutan pajak dan retribusi daerah: pembukuan dan pelaporan hingga kegiatan pengawasan intern. Namun dalam pelaksanaan manajemen pajak dan retribusi daerah tersebut temyata masih banyak kekurangan terutama dad segi proses manajemen pajak can retribusi daerah itu sendid sehingga hal ini tentu akan sangat mempengaruhi peningkatan PAD Kota Magelang. Maka dad itu untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi-strategi dalam peningkatan PAD melalui manajemen pajak can retribusi daerah ini.. Dalam memformulasikan strategi peningkatan PAD melalui manajemen pajak dan retribusi daerah ini penulis menggunakan model matriks SWOT dengan pertama-tama mengidentifikasi mandat can misi Dipenda Kota Magelang serta didasad pada analisis lingkungan internal dan ekstemal Dipenda Kota Magelang yang telah dilakukan yaitu meliputi sumber daya yang dimiliki Dipenda serta proses manajemen pajak can retribusi daerah yang dilakukan Dipenda sebagai lingkungan internal can kondisi politik, sosial, ekonomi, perkembangan teknologi di Kota Magelang can stakehoders dad Dipenda sendiri sebagai lingkungan ekstemal. Melalui analisis SWOT ini kemudian ditemukan kekuatan, kelemahan, peluang, can ancaman yang dihadapi sekarang, can yang akan dihadapi oleh Dipenda Kota Magelang. Dengan demikian usaha preventif dan antisipasi pedu dilakukan dalam rangka kelancaran kegiatan pencapaian tujuan organisasi. Dad hasil analisis SWOT Dipenda Kota Magelang diperoleh: (1) Kekuatan-kekuatan: Dukungan keuangan yang memadai, sarana, prasarana, can fasilitas yang memadai, legalitas kewenangan yang dimiliki, komitmen manajemen dalam pencapaian tujuan yang tinggi, struktur yang sederhana can rumusan tugas yang jelas; (2) Kelemahan-kelemahan:kualitas SDM yang rendah, kuantitas SDM yang kurang memadai, minimnya pengawasan intern, pola kerja yang mengacu pada ciri-cid birokrasi yang kental, penyuluhan yang kurang optimal, pendaftaran dan pendataan wajib pajak dan wajib retribusi yang kurang efektif, pemungutan (retribusi) yang kurang optimal, hasil manajemen pajak dan retribusi daerah yang kurang memuaskan;(3) Peluang-peluang: Tingginya dukungan instansi pengelola pendapatan daerah yang lain, dasar hukum yang jelas, keluamya UU No. 18 tahun 1997 tentang pajak can retribusi daerah, perkembangan unit usaha dan industri, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) Ancaman-ancaman: Belum stabilnya harga kebutuhan pokok can meningkatnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin, tingkat pendidikan masyarakat yang meningkat, masyarakat yang belum tax minded, euforia reformasi dan demokrasi. Dan analisis SWOT ini kemudian ditemukan isu-isu strategis yang pada gilirannya akan membantu organisasi dalam memformulasikan strategi yang tepat, cermat, dan efektif. Isu-isu strategis yang ditemukan tersebut adalah sebagai benkut : pertama, isu yang menyangkut pembenahan proses manajemen pajak dan retribusi daerah ; kedua, isu yang menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia; ketiga, isu yang menyangkut pengoptimalan penggunaan teknologi dalam proses manajemen pajak dan retribusi daerah. Isu-isu strategis yang telah diidenfifikasi merupakan suatu rangkaian masalah yang Baling berkaitan satu sama lain sehingga pemecahan masalah suatu isu hares diikuti oleh pemecahan masalah isu yang lain karena antara isu yang satu dengan isu yang lain saling mendukung dan jika hanya dipecahkan salah satunya maka akan kurang sempurna. Sehingga altematif strategi yang dirumuskan sebagai pemecahan bagi suatu isu strategis tidak menutup kemungkinan menjadi altematif pemecahan yang dibutuhkan oleh isu strategis yang lain.

Kata Kunci : Pajak Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.