IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBANGUNAN SARANA AIR BERSIH DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN BAGI MASYARAKAT BERPENGIIASILAN RENDAH (ABPLP-MPR)
B A S U K I, Ambar Widaninarum
1998 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Dalam Pelita V bidang kesebatan merupakan salah satu bidang pembangunan yang mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah. Perhatian pemerintah ini sangat beralasan karena berdasarkan survei masih terdapat cukup besar jumlah penduduk yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman, khususnya di daerah pedesaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pads Pelita V Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia menggulirkan suatu program yang dinamakan Program Pembangunan Sarana Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (ABPLP-MPR). Program ini dimaksudkan untuk mempercepat dan me mperbaiki penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ihususnya yang tinggal di daerah pedesaan dalam rangka menunjang program pengentasan kemiskinan yang telah ada sebelumnya yaitu Program Inpres Desa Tertinggal (IDT). Untuk itu dalam implementasi program ABPLP-MPR diintegrasikan dengan program IDT. Untuk mengetahui lebih jauh implementasi program ABPLP-MPR, maka dalam penelitian ini mengambil lokasi di Desa Serayu Karanganyar, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Dati II Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah. Dipilihnya Desa Serayu Karanganyar sebagai lokasi penelitian karena berdasarkan hasil pra-survai implementasi program ABPLP-MPR di Desa Serayu Karanganyar tergolong berhasil yang mana dapat dilihat dari kontribusi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program ABPLP-MPR serta implikasinya terhadap program tersebut, guna perbaikan/penyempurnaan kebijakan di masa mendatang. Adapun jenis penelitian ini adalah pei'ehtian studi kasus yang menggunakan analisis kualitatif sebagai metode analisis datanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interviu, observasi dl -n data sekunder berupa data statistik, peraturan pemerintah, dokumen yang men iukung, dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum proses implementasi program ABPLP-M PR di Desa Serayu Karanganyar dapat dikatakan berhasil, karena sarana yang ^,ibangun telah dapat dimanfaatkan oleh warga masyarakat pada umumnya. Dengan demikian, adanya program ABPLPMPR secara tidak langsung telah dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Serayu Karanganyar sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dibangunnya saran air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman tersebut. Namun demikian, ada beberapa kendala yang muncul selama program ABPLP-MPR dilaksanakan, di antaranya LKMD belum diberi wewenang dalam mengelola dana program, kesadaran warga masyarakat yang masih relatif rendah terhadap maksud dan tujuan program serta Unit Pengelola Sarana (UPS) yang ada belum dapat bekerja dengan baik. Untuk itu, di masa mendatang agar implementasi program ABPLP-MPR dapat berjalan dengan baik maka masyarakat (LKMD) perlu ditingkatkan lagi kemampuannya dan diberikan wewenang sepenuhnya untuk mengelola program tersebut.
Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan