Laporkan Masalah

Industri Kecil sebagai Alternatif Peluang Usaha Berbasis Komunitas di Pedesaan

Lentera Sukmayani, Krisdyatmiko

2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Gempa tektonik yang berkekuatan 5,9 SR pada 27 Mei 2006 telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Hal tersebut dirasakan masyarakat Dusun Nawung, Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman yang letaknya berada di pegunungan. Adanya gempa tektonik tersebut memperparah kondisi perekonomian masyarakat dalam hal pertanian. Sumber mata air utama di Dusun Nawung menjadi surut akibat gempa sehingga hasil pertanian yang sawahnya merupakan sawah tadah hujan menjadi menurun. Hal ini mendukung masyarakat untuk bangkit dan memperbaiki kondisi perekonomiannya. Selanjutnya muncul inisiatif dari masyarakat untuk membangun sebuah industri kecil yang berbasis komunitas. Menurut M. Dawam Rahardjo, industri kecil berorientasi pada pasaran lokal, mempunyai produksi khusus, volume produksi rendah, metode produksi sederhana, tidak membutuhkan modal yang banyak dan dapat dikelola dengan manajemen sederhana. Untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian, yaitu strategi masyarakat dalam mengembangkan industri kecil berbasis komunitas digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, FGD, dokumentasi, serta sumber referensi baik buku, makalah, maupun skripsi. Kemudian pengambilan sampel informan dilakukan secara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi masyarakat dalam mengembangkan industri kecil berbasis komunitas tidak lepas dari unsur kebersamaan. Meskipun merupakan industri kecil berbasis komunitas dengan metode produksi yang sederhana, dikelola dengan manajemen yang sederhana, volume produksi yang rendah, dan tidak membutuhkan modal yang banyak, produk industri kecil Dusun Nawung mempunyai kualitas yang bagus dan pasarannya saat ini tidak hanya lokal tetapi sudah menembus pasar luar negeri. Keinginan masyarakat untuk mendirikan industri kecil sendiri justru terhalang oleh rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat kental antar masyarakat. Pembagian keuntungan yang tidak sesuai menjadi permasalahannya. Apalagi kemudian dalam usahanya memasarkan produk ke luar negeri secara bersamasama dalam suatu komunitas memunculkan eksploitasi yang dilakukan oleh trader (Zozobra) kepada para pelaku industri kecil. Industri kecil yang berbasis komunitas di Dusun Nawung dimana mengutamakan kekeluargaan maupun kebersamaan, mereka lemah dalam hal penentuan harga dan pemasaran karena keterbatasan mereka dalam informasi harga dan pasar. Dalam hal ini diperlukan kebijakan dari pemerintah baik lokal yaitu pemerintah Desa Gayamharjo maupun daerah yaitu Dinas P2KPM Kabupaten Sleman yang mendukung pengembangan industri kecil berbasis komunitas agar tidak ada unsur eksploitasi yang dilakukan oleh trader (Zozobra). Dalam konteks ini, pemerintah seharusnya tidak hanya memperhatikan perkembangan industri berdasarkan asas pemerataan, tetapi lebih terkait dengan kelangsungan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. Keyword : industri kecil, komunitas, pengembangan

Kata Kunci : Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.