PEMULUNG DALAM KONTEKS KRISIS GLOBAL
Iput Setyawati, S. Djuni Prihatin
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Adanya krisis global mengakibatkan semakin terpuruknya perekonomian di Indonesia. Keadaan ini membawa dampak di berbagai bidang, salah satunya adalah pemulung. Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Piyungan merupakan salah satu pihak yang terkena dampak krisis global. Pemulung di TPA Piyungan mengeluhkan adanya penurunan pendapatan akibat menurunnya harga barang bekas. Penurunan harga ini biasa terjadi setiap tahunnya, terutama menjelang lebaran, namun penurunan harga kali ini paling parah karena mencapai 50% lebih.Alur terjadinya penurunan pendapatan pada masa krisis global disebabkan karena pabrik tempat menyetorkan barang bekas banyak yang gulung tikar dan sisanya kolaps karena terkena dampak krisis global. Pabrik yang bertahan kemudian menurunkan harga barang bekas untuk menyeimbangkan dengan kemampuan pabrik pada masa krisis global, serta melakukankan pembatasan pengiriman barang bekas, bahkan beberapa pabrik mulai beralih menggunakan bahan murni yang harganya juga menurun akibat krisis global. Walaupun para pemulung di TPA Piyungan mengalami penurunan pendapatan sebesar 50%, hal ini tidak mempengaruhi minat mereka untuk tetap menjadi pemulung. Pemulung di TPA Piyungan tetap bertahan dan tidak beralih profesi, bahkan jumlahnya cenderung mengalami kenaikan. Oleh karena itu penelitian mengenai motivasi pemulung di TPA Piyungan dilakukan untuk mengetahui hal yang menjadi motivasi pemulung untuk tetap bertahan pada masa krisis global. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Hierarkhi Kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, serta tinjauan pustaka mengenai pemulung pada masa krisis global dan motivasi pemulung pada masa krisis global. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pemulung dan pengepul di TPA Piyungan memiliki motivasi untuk tetap bertahan pada masa krisis global. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya perubahan dalam kegiatan pemulung dalam memulung barang bekas serta kegiatan pengepul ala m jual beli barang bekas sebelum dan saat krisis global berlangsung. Motivasi dari para pengepul ini dapat kita lihat dari pemembuatan surat keputusan bersama antar pengepul di TPA Piyungan untuk menghadapi persaingan tidak sehat antar pengepul karena membeli barang bekas di atas harga pasar. Perubahan yang terjadi adalah penurunan pendapatan pemulung sehingga mempengaruhi pemulung dalam mengakses kebutuhan hidup lainnya. Di pihak pengepul, terjadi perubahan dalam kegiatan jual beli barang bekas menjadi menurun disertai penurunan hasil pendapatan mereka. Sedangkan hal yang menjadi motivasi para pemulung di TPA Piyungan untuk tetap memulung pada masa krisis gobal ada tiga, yaitu: (1) Motivasi karena adanya tuntutan ekonomi, (2) motivasi karena lingkungan sosial, (3) motivasi karena adanya keyakinan harga barang bekas akan naik. Dari motivasi tersebut membentuk pola bahwa motivasi pemulung pendatang untuk tetap bertahan menggunakan motivasi no 1 dan 3, sedangkan motivasi pemulung asli untuk bertahan menggunakan motivasi no 1 dan 2. Kata Kunci : Krisis global, pemulung, motivasi
Kata Kunci : Globalisasi; Ekonomi