Analisis Partisipasi Sebagai Strategi Pengelolaan Konflik Relokasi PKL
RAHMAYANTI, Ratri Ayu, Gabriel Lele
2009 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Relokasi PKL Kartini Semarang dan PKL Banjarsari Surakarta dilatarbelakangi oleh kebutuhan ruang terbuka seperti taman, RTH, monumen dan lahan untuk pondasi Jembatan Kartini Semarang. Keberadaan PKL membuat ruang terbuka tersebut menjadi semrawut, kumuh, dan kotor. Warga, pedagang pasar dekat lokasi PKL berdagang, dan pengguna jalan dirugikan. Beragam pendapat dan kepentingan muncul sebagai reaksi atas kebijakan relokasi, sehingga menimbulkan konflik. Konflik terjadi melalui pentahapan yaitu pemicu awal, eskalasi dan deeskalasi, terminasi, hasil, dan konsekuensi. Konflik berdampak positif bagi kebijakan relokasi bilamana dikelola dengan pendekatan konsiliasi, yaitu melibatkan peran dan komunikasi antar stakeholders (Pemkot, DPRD, PKL, Akademisi, dan masyarakat) mulai dari perumusan, implementasi, menikmati hasil dan evaluasi. Sesuai analisis data kualitatif secara deskriptif dengan pendekatan komparatif, diperoleh bahwa keberhasilan relokasi PKL Banjarsari dikarenakan Pemkot Surakarta menerapkan strategi partisipasi. Voice dari stakeholders dihargai. Stakeholders memiliki akses terhadap proses perumusan dan implementasi kebijakan. Proses implementasi, hasil dan konsekuensi di kontrol oleh stakeholders. Melalui partisipasi, maka stakeholders akan mengerti dan merasa memiliki kebijakan relokasi. Hasilnya kebijakan relokasi berhasil diimplementasikan, sebagai konsekuensi stakeholders pun merasa senang dan puas. Sebaliknya, kegagalan relokasi PKL Kartini dikarenakan Pemkot Semarang tidak menerapkan strategi partisipasi. Konsekuensinya stakeholders kecewa terhadap kinerja Pemkot Semarang, dan konflik antar stakeholders tetap terjadi.
Kata Kunci : Kebijakan; Relokasi PKL