STRATEGI ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA (Studi Tentang Strategi Adaptasi Sosial Mahasiswa Asrama Merapi
Widodo Prabowo, Supraja
2009 | Skripsi | SosiologiBanyaknya sekolah dan terutama perguruan tinggi di Yogyakarta karena statusnya sebagai kota pelajar membawa implikasi semakin banyaknya bangunan tempat tinggal mahasiswa dalam bentuk kost, asrama, atau kontrakan. Salah satunya adalah asrama mahasiswa putera Merapi Singgalang yang terletak di jalan Magelang KM. 4 Karangwaru Kidul, Kelurahan Karangwaru, Tegal Rejo II No. 506 Yogyakarta. Asrama ini penghuninya adalah mahasiswa asal provinsi Sumatera Barat yang sedang menempuh study / kuliah di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Provinsi D.I Yogyakarta ini, terutama di Kabupaten Sleman dan Kotamadya Yogyakarta. Keberadaan mahasiswa pendatang dari Sumatera Barat yang bertempat tinggal di asrama Merapi Singgalang di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa itu akan mengalami proses interaksi sosial. Mahasiswa pendatang itu juga menemukan situasi yang berbeda dengan kehidupan di tempat asalnya. Dalam situasi baru yang berbeda itu maka mereka perlu beradaptasi menyesuaikan diri untuk mengurangi gesekan nilai dan kebiasaan yang berlaku pada masayarakat yang telah lama tinggal di daerah itu, yaitu dengan cara mengetahui dan menghargai nilai dan kebiasaan yang dianut masyarakat setempat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pergaulan diantara mahasiswa dan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memperoleh pemahaman tentang strategi adaptasi sosial mahasiswa pendatang dari Sumatera Barat yang bertempat tinggal di Asrama Merapi Singgalang, Karangwaru Kidul dengan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penggunaan metode penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan fenomena sosial. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Proses adaptasi mahasiswa penghuni asrama Merapi Singgalang ini umumnya dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) strategi adaptasi, yakni interaksi, toleransi, dan peningkatan keterampilan diri dalam memecahkan masalah sosial. Pemilihan salah satu, dua atau ketiga strategi adaptasi tersebut serta baik tidaknya akan berpengaruh terhadap bentuk atau pola adaptasi mereka, yakni konformitas (conformity), inovasi (inovation), ritualisme (ritualism) retreatisme (retreatism) dan pemberontakan (rebellion). Variabel penelitian ini, yakni status sosial ekonomi (SSE) responden, lama pendidikannya, jenis program studi / jurusan yang diambil, serta tingkat mobilitasnya juga berpengaruh terhadap baik tidaknya atau intens tidaknya strategi adaptasi yang dilakukan responden penelitian ini serta pola atau bentuk adaptasi yang diambil oleh mereka Responden yang berindikator variabel tingkat status sosial ekonomi (SSE) rendah, lama tempuh studi di atas 2 tahun (lama), jenis latar belakang disiplin ilmunya non eksak (sosial dan humaniora), dan tingkat mobilitasnya rendah umumnya melakukan strategi adaptasi yang baik atau aktif. Sementara responden yang berindikator variabel tingkat SSE tinggi, lama tempuh studi di bawah 2 tahun (baru), jenis disiplin ilmu kuliahnya eksak, dan tingkat mobilitasnya tinggi (sibuk kuliah sambil bekerja) umumnya melakukan strategi adaptasi yang kurang aktif.
Kata Kunci : Interaksi Sosial; Mahasiswa