Laporkan Masalah

KONSEPSI FERNANDO LUGO TENTANG SOSIALISME PARAGUAY

IG INDRA PRAHASTA,

2009 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Konsepsi sosialisme Fernando Lugo dapat dipahami dalam kerangka besar Teologi Pembebasan. Teologi ini menggunakan Marxisme untuk menganalisa realitas sosial untuk mengidentifikasi penindasan dan akar-akar penyebabnya. Analisa Marxis kemudian dipadukan dengan kritik Injil dan menghasilkan beberapa poin penting dalam melihat penindasan. Poin-poin tersebut adalah humanisme, alienasi, dependensi, praksis, dan utopia. Dalam kubah teologi ini, kemiskinan merupakan bentuk alienasi manusia akibat proses dehumanisasi oleh manusia lainnya. Dehumanisasi merupakan dosa yang harus dilawan. Kemiskinan dipandang sebagai sesuatu yang dihasilkan oleh struktur masyarakat. Karena itu, langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan mengubah struktur tersebut. Ada beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengubah struktur. Salah satunya, mengubah struktur dari dalam oleh individu-individu yang terlibat didalamnya. Dalam kasus Paraguay, Fernando Lugo adalah salah satu dari individu tersebut. Sosialisme merupakan jalan yang diambil Lugo untuk mengubah kondisi kemiskinan Paraguay. Sosialisme yang diusung Lugo merupakan sosialisme pragmatis yang disesuaikan dengan kondisi Paraguay. Perdebatan yang muncul kemudian adalah mengenai posisi Lugo dalam politik Amerika Latin yang sedang merona merah. Dihadapkan dengan kekuasaan Partai Colorado yang sentralistis, dan juga latar Teologi Pembebasan yang disandang Lugo, menempatkan Lugo sebagai orang “kiri”. Namun Lugo lebih memposisikan dirinya sebagai orang “tengah” dengan masih mengadopsi beberapa bagian dari sistem ekonomi liberal namun juga mengedepankan beberapa program sosialis.. Bagi Lugo, posisi “kiri” atau “kanan” bukan menjadi permasalahan utama. Yang penting adalah program pengentasan kemiskinan terealisasikan dengan efektif. Bentuk sosialisme pragmatis yang diusung Lugo dapat dipahami dalam kerangka besar pemikiran Teologi Pembebasan. Tiga langkah dalam proses sosialisme ini adalah: identifikasi dan analisa Marxis, refleksi teologis, dan gerakan sosial nyata. Hal pertama yang dilakukan Lugo adalah mengidentifikasi permasalahan kemiskinan dan menganalisanya. Di sini Lugo menemukan bahwa permasalahan utama kemiskinan di Paraguay terletak pada Partai Colorado yang menerapkan sentralisme kekuasaan dan klientelisme. Selain itu, inkompetensi pemerintahan partai ini dalam menghadapai kemiskinan Paraguay juga nampak dalam karakter pemerintahannya yang quasi-liberal. Refleksi teologis terhadap masalah kemiskinan menghasilkan kesimpulan bahwa alienasi dan dependensi kaum miskin Paraguay merupakan akibat dari proses dehumanisasi oleh pemerintahan Partai Colorado yang otoriter dan sentralistis. Langkah terakhir merupakan gerakan-gerakan nyata untuk mengatasi kemiskinan tersebut, antara lain depolitisasi birokrasi, landreform, dan peningkatan sumber pendapatan negara. Pemerintahan Lugo baru berjalan selama sekitar 10 bulan. Sampai saat ini, belum ada output yang cukup berarti dalam pemerintahannya. Hal ini wajar, dan mungkin layak untuk dimaklumi. Hal yang mendasarinya antara lain, pertama, sangat sulit merubah kultur sosial politik Paraguay yang telah terkooptasi selama puluhan tahun. Ke dua adalah posisi Lugo yang tidak kuat di Parlemen. Meski Lugo mendapat dukungan dari berbagai partai Marxis dan liberal yang tergabung dalam aliansi politik Alianza Patriótica para el Cambio, Partai Colorado masih menjadi mayoritas di parlemen. Terlalu sinis jika mengatakan bahwa pemerintahan Lugo akan gagal. Namun juga terlalu naif jika mengatakan bahwa pemerintahan Lugo akan berhasil mengentaskan kemiskinan.

Kata Kunci : Kemiskinan-Paraguay


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.