Laporkan Masalah

Modal Sosial Dalam Perkembangan Industri Kecil (Studi Kasus Pada Industri Konvensi Di Dusun Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, YogyakartaARTA)

Ana Safitri, Hempri Suyatna

2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Industri kecil memiliki peran penting dalam memajukan perekonomian sebuah negara. Bahkan ketika banyak industri besar yang terguncang hebat di masa krisis global, sektor industri kecil lebih mampu bertahan karena tidak bergantung pada modal dari pihak asing. Di Yogyakarta, Dusun Mlangi dikenal sebagai desa wisata religi sekaligus memiliki industri kecil yang cukup terkenal. Nilai agama yang dianut masyarakat menimbulkan sebuah keinginan besar bagi masyarakat untuk dapat hidup mandiri dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit. Keinginan tersebut bersamaan pula dengan keinginan menjalankan semua perintah agama, tidak terkecuali rukun islam ke-5 yaitu menunaikan ibadah haji. Masyarakat pun memulai wirausaha industri batik sejak tahun 1960-an, dan kemudian diganti dengan usaha konveksi pada tahun 1980-an hingga sekarang, yang jumlah unit usahanya sekitar 250 unit usaha. Untuk memulai dan mempertahankan usahanya, masyarakat tidak hanya membutuhkan modal finansial, tetapi juga modal sosial. Ini diwujudkan masyarakat dengan menggunakan nilai-nilai agama dalam membangun kepercayaan dan jaringan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana nilai agama yang ada dapat mendorong perkembangan industri konveksi, dan dinamika modal sosial dalam perkembangan industri konveksi di Dusun Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan intrinsic case study, untuk memahami secara lebih baik kasus tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan ya itu observasi, wawancara dengan depth-interview, dan dokumentasi. Keunikan kasus yang dikaji yaitu mengenai modal sosial yang digunakan masyarakat merupakan representasi nilai-nilai religi, tidak terpaku pada sebatas perkumpulan-perkumpulan masyarakat secara formal seperti di beberapa daerah lainnya. Agama memiliki fungsi penting dalam memberikan pandangan hidup bagi masyarakat, lalu dijadikan pedoman bagi masyarakat di Dusun Mlangi dalam menjalankan aktivitas sosial-ekonominya. Nilai-nilai seperti kejujuran, menjaga silaturahmi dengan sesama manusia, bekerja keras, dan saling membantu menjadikan masyarakat memiliki hubungan sosial yang erat dengan orang-orang di sekitarnya. Hubungan sosial ini kemudian menimbulkan sebuah kerjasama di bidang industri konveksi, yang terbentuk dalam sebuah hubungan kerja antara pengusaha konveksi dengan penyedia bahan baku, sesama pengusaha, pekerja, mitra usaha, dan konsumen. Norma berupa nilai-nilai agama, trust dan networks yang dimiliki masyarakat sangat membantu dalam perkembangan industri ini. Perkembangan ini terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah tenaga kerja, asset yang dimiliki pengusaha berupa bangunan dan kendaraan, dan tercapainya keinginan menunaikan ibadah haji bagi sebagian besar pengusaha. Namun demikian sejak awal usaha konveksi didirikan hingga tahun ini yaitu tahun 2009, terdapat pula beberapa penurunan modal sosial seiring perkembangan zaman, diantaranya masalah sistem perekrutan tenaga kerja dan penggunaan permodalan. Ini menunjukkan adanya dinamika modal sosial yang terjadi pada masyarakat penghasil konveksi di Dusun Mlangi. Kata Kunci : Nilai-nilai agama, modal sosial, perkembangan industri konveksi

Kata Kunci : Modal Sosial; Industri Kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.