MEMBENDUNG ETNISITAS POLITIK DALAM PILKADA
LEJAR GALUH SURYANINGWAN,
2009 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Isu etnisitas sangat sering digunakan oleh elit-elit politik dalam mencapai tujuan dan kepentingannya. Menjadi masalah serius ketika identitas etnik ini ditaklukkan dan ditunggangi oleh kepentingan politik sehingga yang muncul bukannya mempromosikan keunggulan budaya dan ada istiadat, melainkan lobi dan gerakan politik untuk berebut kekuasaan. Hal ini terutama sering terjadi dalam kampanye pilkada, dimana masyarakat yang masih tinggal di daerah lebih mudah untuk dipengaruhi dengan menggunakan jargon persamaan etnis. Oleh karena pendidikan politik masyarakat di daerah yang masih cenderung lebih rendah, khususnya di daerah yang masih berkembang, maka pemilih masih melihat hal-hal yang bersifat kedekatan dan kepentingan emosional dalam melakukan keputusan politiknya, termasuk kedekatan berdasarkan persamaan etnis. Hal ini pula yang terjadi pada Pilgub Kaltim 2008 putaran I yang lalu. Tiga etnis mayoritas yang ada di Kaltim, yaitu Jawa, Bugis dan Banjar dijadikan sebagai alat untuk memperoleh dukungan mobilisasi massa oleh para cagub dan cawagub untuk memenangkan pilgub tersebut. Mereka mencoba menarik dukungan dengan cara mempengaruhi organisasi-organisasi yang menaungi ketiga etnis besar tersebut. Ikapakarti sebagai organisasi dengan latar belakang etnis Jawa yang terbesar di Kaltim juga tidak lepas dari upaya-upaya pemenangan para cagub dan cawagub tersebut. Jumlah masyarakat Jawa yang mendominasi sepertiga dari masyarakat Kaltim merupakan nilai jual yang tinggi bagi para cagub untuk meraih kursi gubernur Kaltim 2008. Jika organisasi etnis yang lain kemudian mendukung dengan sepenuhnya cagub dan cawagub yang beretnis sama dengan mereka, tidak demikian dengan Ikapakarti. Ikapakarti malah melakukan tindakan yang sebaliknya, sehingga upaya etnisitas politik terhadap Ikapakarti, yang dilakukan oleh para cagub dan cawagub pada kampanye bisa dibendung. Selain keinginan kuat dari anggota Ikapakarti yang tidak ingin organisasinya dijadikan sebagai alat pemenuhan kebutuhan politik, faktor- faktor lain dari organisasi ini sendiri juga mempengaruhi terjadinya pembendungan etnisitas politik pada kampanye Pilgub Kaltim 2008 tersebut. Dalam skripsii ini juga bias dilihat seberapa besar kapasitas Ikapakarti dalam membendung etnisitas politik pada kampanye Pilgub Kaltim 2008 putaran I.
Kata Kunci : Pemilihan Umum - Indonesia ; Pemilihan Kepala Daerah