Pola Perilaku Kesehatan Masyarakat Yogyakarta, di Tengah Pertemuan Konstruksi Pengetahuan Tradisional dan Medis Modern (Sebuah Studi di Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis)
Triyanto, Sri Rahayu Sumarah
2009 | Skripsi | SosiologiABSTRAK Yogyakarta merupakan kota yang terus berkembang. Pembangunan berbagai macam infrastruktur terus dilakukan, termasuk peningkatan sistem informasi dan komunikasi. Ditambah lagi, dunia pendidikan di kota ini sudah begitu maju Kemajuan bidang pendidikan dan sistem informasi ini berdampak pada perubahan konstruksi pengetahuan kesehatan di masyarakat Yogyakarta. Pengetahuan kesehatan modern berjumpa dengan sistem tradisional yang lebih dulu ada. Akibatnya, terjadi tarik ulur pola perilaku kesehatan yang ada di masyarakat. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif deskriptif eksploratif ini mengambil lokasi di keluarahan Cokrodiningratan, Kecamatan, Jetis. Penelitian ini mencoba menggambarkan dan mendalami pemahaman dan pola perilaku kesehatan masyaraka kota, beserta faktor yang mempengaruhinya di tengah pertemuan konstuksi pengetahuan medis modern dan tradisional. Pencarian data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara secara mendalam terhadap sejumlah responden yang ditunjuk secara purposif berjumlah 18 orang. Penunjukan secara purposif didasarkan pada beberapa pertimbangan status tingkat ekonomi, pendidikan, usia dan profesi responden. Maksud pertimbangan tersebut untuk membandingkan pola perilaku masing-masing kategori. Lokasi penelitian dipilih karena terletak di tengah kota yang sarat dengan gempuran informasi. Namun di satu sisi, warga kelurahan ini masih banyak yang mempraktikkan teknik-teknik pengobatan tradisional. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa status sosial dan luasnya jaringan sosial yang dimiliki seseorang berpengaruh terhadap pola perilaku kesehatan yang diterapkan oleh informan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dalam beberapa hal. Pertama, pada informan yang berstatus sosial rendah, terdapat kecenderungan kurang begitu memperhatikan kondisi kesehatannya bila tidak benar-benar menderita sakit. Hal itu disebabkan, mereka kurang memiliki waktu dan sumber daya ekonomi, termasuk untuk mencari informasi kesehatan. Sedangkan pada masyarakat berstatus ekonomi tinggi, mereka memiliki waktu dan sumber daya lebih banyak dalam mengakses informasi kesehatan. Akibatnya mereka memiliki kesadaran menjaga kondisi kesehatan lebih tinggi (preventif), karena bagi mereka kesehatan adalah segala-galanya berapa pun biaya yang dikeluarkan. Kedua, apabila masyarakat masuk dalam kategori sakit, semua informan akan melakukan upaya pengobatan sendiri. Pada masyarakat awam, upaya pengobatan sendiri dilakukan dengan menggunakan obat yang dijual di pasaran atau tradisional yang dianggap murah dan cepat menyembuhkan penyakit. Di tahap ini, masyarakat awam seringkali menyepelekan gejala penyakit yang diderita hanya menganggap sebagai penyakit ringan biasa, karena kecapean atau masuk angin biasa. Perilaku ini berbeda dengan para informan yang berlatar belakang medis modern, mereka cenderung berhati-hati dalam menganalisis gejala penyakit dan tidak sembarangan mengonsumsi obat di pasaran. Ketiga, apabila upaya pengobatan yang dilakukan sendiri tidak mampu menyembuhkan, maka akan dilanjutkan pada upaya selanjutnya. Pada masyarakat berstatus sosial tinggi, langkah yang akan dilakukan adalah dengan pergi ke dokter praktik. Perbedaannya dengan mereka yang berstatus sosial rendah adalah jenis dokter yang dipilih. Masyarakat berstatus sosial rendah akan cenderung memilih pelayanan puskesmas yang tergolong murah atau mencoba pengobatan tradisional . Langkah mereka ini didasari oleh persespi mereka bahwa pelayanan medis modern tergolong mahal. Sedangkan mereka yang berstatus sosial tinggi, justru kurang percaya dengan pelayanan puskesmas. Mereka menganggap obat yang diberikan puskesmas sering tidak manjur, karena obat yang diberikan selalu sama seperti kalek dan vitamin. Informan berstatus ekonomi tinggi umumnya ingin kefektifan dalam proses penyembuhannya. Mereka sendiri juga memiliki kesempatan mengakses pelayanan kesehatan yang lebih luas, seperti pergi ke laboratorium kesehatan atau pengobatan alternatif. Kata kunci: pengetahuan, medis modern, tradisional, pemahaman kesehatan dan pola perilaku kesehatan
Kata Kunci : Kesehatan Masyarakat