SIMPUL DEMOKRASI : Masyarakat Demokratis Melalui Pendidikan Demokrasi
SULISTYO, Alan, Arie Sujito
2009 | Skripsi | SosiologiABSTRAKSI Perjalanan demokrasi di Indonesia yang diawali runtuhnya orde baru yang dikenal dengan reformasi menghasilkan perubahan seperti kebebasan pers, pemilu multi partai, lahirnya komisi-komisi pengawal demokrasi dan sebagainya. Namun dalam tataran nilai atau substansinya demokrasi belum berjalan seperti yang diharapkan. Hal ini karena belum terdidiknya masyarakat secara politik. Atas dasar hal tersebut perlunya pendidikan politik bagi rakyat, sayangnya partai politik yang seharusnya bertanggung jawab gagal melaksanakan tugasnya dan diambil alih oleh NGO dalam hal ini KID dan IRE. Mereka sepakat membentuk Simpul Demokrasi di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini ingin mempelajari bagaimana pogram itu berjalan khususnya dalam melaksanakan pendidikan demokrasi di Tangerang. Teori yang diapakai adalah demokrasi dan pendidikan demokrasi serta bagaiamana NGO ikut berperan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui studi literatur dan wawancara yang dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Informan sifatnya tak terbatas artinya wawancara akan berhenti apabila semua data yang dicari sudah didapat. Dari penelitian yang dilakukan menghasilkan temuan bahwa aktivitas sekolah demokrasi itu terdapat berbagai kuliah dan pertemuan kelas yang memberikan materi tentang sejarah demokrasi, konsepsi demokrasi, pelaksanaan demokrasi dalam sistem pemerintahan, dan juga bahan tentang nilai-nilai demokrasi seperti keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, toleransi dan seterusnya. Selain itu dalam sekolah demokrasi ini juga memberikan perhatian yang khusus dalam pembinaan ketrampilan demokrasi. Ketrampilan demokrasi itu akan diwujudkan melalui 3 perangkat, yaitu kemampuan untuk berbicara, kemampuan menulis, dan kemampuan untuk mengorganisasikan kelompok. Kemampuan berbicara diwujudkan dalam mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam workshop maupun diskusi publik, dalam kemampuan menulis diharapkan peserta mampu menulis artikel pada koran lokal tentunya mengenai demokrasi, serta kemampuan organisasi yang diwujudkan dalam pembentukan Komite Komunitas sebagai advokasi bagi kelangsungan kehidupan demokrasi. Setelah tahap kesadaran dan karakteristik demokrasi yang ditunjukkan melalui adanya komite komunitas salah satunya maka tahapan selanjutnya adalah partisipasi. Melalui partisipasi maka dapat mempengaruhi kebijakan publik agar lebih aspiratif serta menghasilkan parlemen yang kredibel melalui pemilihan umum yang diikuti oleh warga yang cerdas. Semua diharapkan mampu menularkan apa yang didapat melalui pelatihan ini sehingga diharapkan wacana demokrasi semakin lama semakin kuat seiring semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya demokrasi bagi kesejahteraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Simpul Demokrasi tidak serta merta menyelesaikan problem kerentanan demokrasi di Kabupaten Tangerang. Namun melalui program ini akan tercipta aktor dan agen demokrasi yang akan mengupayakan masyarakat yang demokratis dan sejahtera.
Kata Kunci : Demokrasi