Laporkan Masalah

PELAYANAN KESEHATAN DI ERA DESENTRALISASI (Studi Tentang Dampak Implementasi Kebijakan SPM Rumah Sakit Terhadap Kualitas Pelayanan kesehatan di RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi)

SAPUTRA, Denta, Partini

2009 | Skripsi | Sosiologi

Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi menuju desentralisasi membawa implikasi pada pembagian wewenang antara pemerintahan pusat dan daerah. wewenang mutlak pemerintah pusat meliputi: Hankam, Moneter, Yustisi, Politik Luar Negeri dan Agama. Sedangkan wewenang pemerintah daerah dan kabupaten meliputi: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, Pekerjaan umum, Perhubungan, Pertanian, Industri, Perdagangan, Pariwisata, dsb menurut sektor unggulan masing-masing daerah. Pelayanan kesehatan ditingkat daerah diharuskan untuk membuat suatu standar pelayanan minimal yang dijadikan pedoman dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Fenomena yang kemudian menarik untuk diteliti dalam studi ini adalah ternyata kemampuan yang dimiliki oleh RSUD Genteng masih minim untuk bisa mendukung proses perubahan yang diharapkan dengan adanya kebijakan SPM rumah sakit. Minimnya anggaran pemerintah daerah untuk rumah sakit membuat rumah sakit harus bisa menyesuaikan diri dan berusaha lebih mandiri dalam melayani masyarakat. Hal ini memicu adanya kenaikan biaya kesehatan di RSUD Genteng sebagai upaya kemandirian dalam pelayanan. Pertanyaan yang kemudian ingin dijawab didalam studi ini adalah Bagaimanakah dampak kebijakan SPM rumah sakit terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi? Studi ini kemudian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif analisis. Karena dibutuhkan gambaran mengenai pelayanan kesehatan RSUD Genteng kepada masyarakat. untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan, maka digunakan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif yang memungkinkan peneliti untuk menjadi bagian dalam pelayanan kesehatan dengan ikut mengambil bagian dalam pelayanan masyarakat Jamkesmas dan Askes di loket pelayanan Askes. Selain itu, teknik wawancara juga digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Sedangkan pencarian informan yang dibutuhkan akan menggunakan teknik depth interview. Dengan metode ini maka diharapkan akan didapat gambaran dan analisa yang tepat mengenai permasalahan yang diteliti pada studi ini. Sebagai hasilnya, studi ini berhasil memperoleh gambaran jelas pelayanan kesehatan RSUD Genteng di era desentralisasi sekarang ini. Terkait rumusan masalah dalam studi ini, manajemen rumah sakit tidak bisa menyesuaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan pada era sekarang ini. Kendala yang dihadapi dalam melakukan fungsinya tidak ditanggapi dengan terobosan-terobosan kebijakan yang lebih mengutamakan pasien. Kebijakan peningkatan pelayanan lebih di fokuskan dalam bidang pengembangan sarana fisik sehingga outcome yang dirasakan oleh masyarakat pengguna jasa belum optimal. Dalam penelitian ini juga ditemukan gejala cultural lag dalam menyesuaikan perubahan yang terjadi pada pelayanan kesehatan, sehungga fungsifungsi yang ada di RSUD Genteng tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Desentralisasi kesehatan tidak selalu membawa dampak positif bagi akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh kemampuan untuk membayar. Kenyataannya adalah desentralisasi berdampak pada minimnya anggaran keuangan daerah dan sektor kesehatan berubah dari pelayanan publik menjadi pelayanan yang lebih menitikberatkan pada prinsip-prinsip ekonomi. Kenaikan tarif pelayanan kesehatan berujung kepada pengobatan berbiaya tinggi tanpa jaminan kualitas layanan menjadi lebih baik dan semakin membebani masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.