Laporkan Masalah

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERANAN PEREMPUAN DALAM OPERASIONALISASI TRANS JOGJA SEBAGAI SEKTOR PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG TRANSPORTASI

GULO, Alexandrer Fandi Putra, Haryanto

2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

ABSTRAKSI Berperannya perempuan selalu dikaitkan dengan peranan domestik dimana hal tersebut sangat banyak dipengaruhi oleh nilai- nilai kultural dan struktural yang ada di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi hadirnya pramudi perempuan dalam Trans Jogja menunjukan telah terjadi transformasi peranan perempuan ke area publik. Transformasi ini selain mendobrak nilai-nilai kultural juga sekaligus melangkahi tradisi angkutan umum dimana pekerjaannya lebih banyak digeluti oleh kaum lakilaki. Kehadiran perempuan sebagai pramudi hanya sebagian kecil dari beberapa peranan yang lain yang juga diperankan perempuan dalam operasionalisasi Trans Jogja. Berperannya perempuan dalam sendi operasionalisasi Trans Jogja juga tidak dapat terlepas dari adanya pengelolaan Manajemen SDM di dalam Trans Jogja itu sendiri. Oleh karena itu untuk melihat lebih jelas adanya transformasi peran tersebut maka perlu dilihat Bagaimana Manajemen SDM agar Kaum Perempuan dapat Berperan dalam Operasionalisasi Trans Jogja. Agar dapat melihat proses pengelolaan manajemen SDM operasionalisasi Trans Jogja dapat dimulai dari berbagai pengaturan yang telah dilakukan oleh Dishub DIY dalam Halte Trans Jogja dan kemudian melihat bentuk pengelolaan SDM yang telah dilakukan oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT) di dalam Bus Trans Jogja. Informasi data berbagai bentuk pengelolaan manajemen SDM Trans Jogja didapat melalui wawancara langsung kepada Dishub DIY dan JTT sebagai pihak yang berwenang untuk itu. Informasi yang ada akan semakin dikuatkan dengan melakukan observasi di lapangan serta adanya tinjauan terhadap berbagai dokumentasi yang ada yang membahas berbagai bentuk pengelolaan manajemen SDM Trans Jogja yang telah diterapkan oleh Dishub DIY dan JTT. Mengingat fokus utama dari penelitian adalah manajemen SDM karyawan perempuan maka jelas karyawan perempuan juga perlu dilihat pendapat-pendapatnya sebagai penegasan atas berbagai hal-hal dalam Manajemen SDM yang telah dilakukan oleh Dishub DIY dan JTT. Dalam penelitian ditemukan bahwa Manajemen SDM operasionalisasi Trans Jogja menggunakan perempuan sebagai agen perubahan dan pembenahan SDM angkutan umum untuk menarik perhatian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Trans Jogja. Hadirnya perempuan ini sebenarnya lebih sebagai objek untuk menaikkan citra Trans Jogja sebagai angkutan umum yang mampu memberikan pelayanan yang baik. Perempuan diciptakan alam sadarnya bahwa mereka telah disetarakan peranannya dengan adanya berbagai kemudahankemudahan yang diberikan serta dipenuhi hak- haknya. Akan tetapi sebenarnya manajemen SDM telah melakukan eksplorasi terhadap stereotipe atas perempuan tetapi tidak terlihat karena sisi positif manajemen SDM lebih banyak ditonjolkan untuk membangun pemikiran masyarakat bahwa SDM pemberi pelayanan Trans Jogja telah berubah dan lebih baik. Oleh karena itu Manajemen SDM Trans Jogja masih perlu dibenahi terutama dalam pemanfaatan berbagai bentuk ketidakadilan gender sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi karena perempuan tidak lebih dari sebagai objek jika masih ada bentuk pelegalan ketidakadilan gender walaupun itu dilakukan dalam konteks demi terciptanya pelayanan publik angkutan umum Trans Jogja yang baik kepada masyarakat.

Kata Kunci : Perempuan ; Managemen Transportasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.