Laporkan Masalah

Perilaku Pengobatan Anggota Jaminan Kesehatan Masyarakat

SETIAWAN, Kukuh Dwi, Partini

2008 | Skripsi | Sosiologi

ABSTRAKSI Kondisi masyarakat miskin di Indonesia pada saat ini semakin memprihatinkan, dengan adanya berbagai kebijakan yang cenderung semakin menghimpit kehidupan mereka dari pemerintah (kenaikan BBM, yang pada akhirnya secara hukum alam juga diikuti kenaikan komoditas lainnya) membuat mereka semakin tidak berdaya. Sektor kesehatanlah yang pada akhirnya menjadi terabaikan bagi masyarakat. Apalagi untuk berperilaku sehat dengan berbagai kriterianya, untuk makan sehari-hari saja dengan menu yang sederhana sulit untuk terpenuhi. Hal ini akan menjadi dosa tersendiri bagi negara jika hal ini dibiarkan, modernisasi telah hampir mengikis pengetahuan lokal masyarakat tentang pengobatan yang dulu nenek moyang mereka lakukan. Masyarakat semakin tergantung pada obat-obatan dan cara-cara pengobatan modern yang tentu saja harganya tidak semurah dulu lagi. Selain itu, rendahnya perhatian masyarakat bangsa Indonesia dalam menyikapi masalah kesehatan terbentuk akibat berbagai aspek kehidupan. Hal itu disebabkan antara lain keterbatasan pengetahuan, faktor ekonomi dan kondisi sosial. Kesehatan sering disikapi dengan perilaku dalam batasan yang sempit. Masyarakat berinteraksi dengan kehidupan dan perilakunya secara spontan dan ????apa adanya????, sesuai dengan apakah pemenuhan kebutuhan hidup itu terpenuhi secara fisik dalam kesehariannya. Sedangkan aspek lain adalah sikap, perilaku dan perhatian masyarakat akan lingkungan yang sehat, acapkali terabaikan. Budaya ini terbentuk mayoritas di kalangan masyarakat dengan tingkat kehidupan, pengetahuan dan pendidikan di bawah standar. Maka sebagai pertanggungjawaban negara akan keadaan kesehatan masayarakat miskin diluncurkan sebuah program yang diberi nama Jaminan Kesehatan Masyarakat, atau yang kita kenal sebagai Jamkesmas. Jamkesmas dimaksudkan sebagai program asuransi untuk masyarakat miskin, yang cakupannya dibidang promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif. Dari latar belakang masalahnya maka kemudian dirumuskan permasalahan, ????bagaimana perilaku pengobatan anggota Jamkesmas di desa Purbasari???? tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaiamana perilaku pengobatan anggota Jamkesmas dan seberapa jauh perilaku anggota Jamkesmas berubah dalam tindakan pengobatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif analtik dan penelitian lapangan, sedangkan respondennya berjumlah 17 orang, dengan 12 orang anggota Jamkesmas, 2 orang pengobat tradisional, dan 3 orang tenaga medis, penentuan informan/responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian mengambil tempat di desa Purbasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapat hasil bahwa anggota Jamkesmas melakukan 4 macam tindakan pengobatan yang dilaksnakan secara tumpang tindih satu sama lainnya. Perilaku pengobatan anggota Jamkesmas meliputi pengobatan sendiri, pengobatan tradisional, pengobatan biomedis dan pengobatan campuran. Pengobatan sendiri merupakan pengobatan yang paling sering dan paling banyak dilakukan oleh anggota Jamkesmas, sedangkan Puskesmas dan dokter merupakan pengobatan kedua yang dilakukan oleh anggota Jamkesmas, kemudian pengobatan tradisional, dan pengobatan campuran. Dalam melakukan tindakan pengobatan anggota Jamkesmas di pengaruhi 4 faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi:keluarga, individu, komunitas atau masyarakat. Dan ke empat faktor ini dipengaruhi oleh faktor; Umur, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan, gender, pengetahuan, sikap, persepsi, opini terhadap pelayanan kesehatan, kualitas pengobatan dan obat, biaya pengoabatan, dan agama/kepercayaan yang dianut.. Puskesmas sebagai pelaksana program Jamkesmas, belum mampu sepenuhnya menarik anggota Jamkesmas untuk menggunakan haknya sebagai anggota Jamkesmas. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya anggota Jamkesmas yang melakukan berbagai tradisi pengobatan. Perilaku pengobatan anggota Jamkesmas sebagian besar masih sama dengan sebelum nprogram ini digulirkan. Selain itu dalam perilaku pengobatan, anggota lebih mementingkan adanya kesembuhan, sehingga dana seringkali menjadi permasalahan yang dinomor duakan. Masyarakat mau mengeluarkan uang yang banyak asalkan penyakit yang mereka idap sembuh.

Kata Kunci : Perilaku Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.