Laporkan Masalah

POLITISASI CIVIL SOCIETY ORGANIZATION (Studi terhadap Dinamika Paguyuban Cinta Damai di Kabupaten Klaten)

SARIE, Riecha Fatma Puspita, AAGN Ari Dwipayana

2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Abstraksi Pergeseran dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah membawa perubahan tersendiri bagi warga masyarakat Indonesia. Karena saat ini pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara langsung. Jika sebelumnya masyarakat Indonesia tidak bisa memilih sendiri calon kepala daerah mereka. Tetapi saat ini mereka dapat memilih sendiri calon kepala daerah mereka. Pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara langsung ini ternyata membuka peluang terbentuknya organisasi civil society. Paguyuban Cinta Damai merupakan salah satu contoh organisasi civil society yang lahir ketika terjadi pemilihan kepala daerah secara langsung di Kabupaten Klaten pada tahun 2005. Awalnya bernama Satsus (Satuan Khusus) tetapi pada tanggal 19 Oktober 2006 berubah nama menjadi Paguyuban Cinta Damai. Pada pemilihan kepala daerah tersebut Paguyuban Cinta Damai mendukung salah satu calon kepala daerah dan bertindak sebagai relawan ataupun tim sukses. Dalam pemilihan kepala daerah langsung ini keberadaan calon kepala daerah tidak dapat dipisahkan dari partai politik. Karena calon kepala daerah dicalonkan oleh salah satu partai politik atau gabungan dari partai politik. Hal ini akan terjadi relasi antara calon kepala daerah, partai politik dan juga organisasi civil society seperti Paguyuban Cinta Damai sebagai bagian dari tim sukses atau relawan dari calon kepala daerah. Penelitian ini akan lebih melihat relasi yang terjadi antara Paguyuban Cinta Damai dengan partai politik yang mendukung calon kepala daerah. Untuk dapat melihat relasi ini maka akan dilihat dari dinamika atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Paguyuban Cinta Damai. Selain itu juga akan dilihat relasi aktor yang terjadi diantara Paguyuban Cinta Damai dengan partai politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber dan juga data dari surat kabar lokal atau dokumen yang dimiliki oleh Paguyuban Cinta Damai. Data tersebut kemudian dideskripsikan dan dianalisa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa relasi antara Paguyuban Cinta Damai dengan partai politik terlihat ketika Paguyuban Cinta Damai mendukung kandidat calon kepala daerah yang ingin mencari kendaraan politik agar dapat menjadi calon kepala daerah. dalam posisi ini Paguyuban Cinta Damai meloby partai politik yang akan dijadikan kendaraan politik bagi kandidat calon kepala daerah sampai akhirnya kandidat calon kepala daerah dapat terpilih menjadi kepala daerah dari partai politik tersebut. Di sini Paguyuban Cinta Damai menjalin relasi dengan dua partai politik. Pertama, dengan Partai Golkar yaitu pada saat pemilihan kepala daerah Kabupaten Klaten. Kedua, dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yaitu pada saat pemilihan kepala daerah propinsi Jawa Tengah. Usaha Paguyuban Cinta Damai untuk mendukung kedua calon kepala daerah dari dua pemilihan kepala daerah tersebut ternyata berhasil membawa calon kepala daerah tersebut terpilih menjadi kepala daerah. Oleh sebab itu, kepala daerah yang terpilih tersebut memberikan imbal balik dari usaha yang dilakukan oleh Paguyuban Cinta Damai. Tetapi di sini yang terjadi justru Paguyuban Cinta Damai dipolitisasi untuk mendukung calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara langsung.

Kata Kunci : Lembaga Sosial; Civil Society


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.