Analisis Wacana Kekerasaan Terhadap Perempuan Dalam Programm Berita Televisi ”Wanita Dalam Berita” Di Stasiun Televisi Trans 7
SAKKA, Elisabeth Sri Rejeki, Novi Kurnia
2008 | Skripsi | Ilmu KomunikasiKata kunci: kekerasan, kekerasan terhadap perempuan, feature televisi, analisis wacana Representasi perempuan dalam media massa Indonesia masih ditempatkan dalam oposisi biner yang monoton: perempuan/laki-laki, rumah/luar rumah. Isu pemberdayaan wanita yang tampil dalam media televisi, saat ini terbatas tampil dalam tayangan berita khusus yang membahas wacana tersebut. Salah satu acara televisi Indonesia yang secara eksplisit menayangkan topik-topik terkait masalah perempuan adalah program Wanita Dalam Berita di Trans7 yang tayang pada Maret 2007 sampai Januari 2008. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi topik berita mengenai kekerasan terhadap perempuan dan representasi perempuan yang mengalami kekerasan yang dihadirkan dalam tayangan program ”Wanita Dalam Berita” oleh stasiun TRANS 7. Objek dalam penelitian ini adalah rekaman tayangan program WDB yang sudah pernah ditayangkan stasiun televisi TRANS 7, dan dengan teknik pengumpulan data non probability sampling yaitu purposive sampling peneliti mengambil dua episode yang memiliki relevan dan memiliki kedalaman dalam mengangkat topik kekerasan terhadap perempuan yaitu episode 31 Agustus 2007 yang bertema Stop Violence To Women yang menceritakan kasus-kasus kekerasan yang dialami para TKW Indonesia beserta dampak yang terjadi dari kekerasan tersebut dan episode 6 September 2007 yang bertema Poligami di Bali mengisahkan cerita Ketut Kardi, seorang istri dari suami yang berpoligami dengan 6 istri di Buleleng, Bali. Metode penelitian ini menggunakan teknis analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Terdapat empat tahap yang dilakukan secara bersama-sama dalam kerangka analisis model Fairclugh, yaitu analisis teks, analisis intertekstualitas, analisis discourse practice dan analisis sociocultural practice, Adapun data penelitian diperoleh dari interpretasi teks berita Wanita Dalam Berita, wawancara, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa topik kekerasan terhadap perempuan yang dikostruksi dalam program televisi Wanita Dalam Berita yang ditayangkan stasiun televisi TRANS 7 adalah konstruksi berdasarkan keterangan yang diyakini oleh narasumber berita yang tampil. Hal ini karena dalam dua paket berita yang dianalisis banyak menampilkan kutipan langsung wawancara narasumber serta narasi voice over sebagai bentuk representasi WDB selalu memihak/mendukung atas penyampaian opini/keterangan narasumber yang diwawancarai. Selain itu kebijakan redaksional untuk menjembatani luasnya segmentasi audiens yang menjadi target penonton, penayangan program secara stripping yang mempengaruhi rutinitas kerja dengan tenggat penyelesaian yang serba cepat, serta kepentingan ekonomi industri yang saling tarik menarik mempengaruhi proses produksi dan output berita yang bersifat reportase, sederhana dan tanpa keluasan konteks sosial terkait wacana kekerasan terhadap perempuan.
Kata Kunci : Perempuan, Televisi