Laporkan Masalah

PERAN RUTAN DALAM PENERAPAN POLA HIDUP SEHAT WARGA BINAAN RUTAN

AGUSTIN, Cahyaningsih,

2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

INTISARI Seiring dengan perkembangan jaman Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang semula hanya berdasar pada sistem kepenjaraan, untuk saat ini dituntut untuk lebih berperan sebagai sarana penyembuhan secara menyeluruh baik secara non fisik maupun fisik. Secara fisik lembaga pemasyarakatan dapat dijadikan alat penjera, secara non fisik lembaga pemasyarakatan juga harus dapat memberikan motivasi untuk memperbaiki diri dan memberikan ketrampilan yang memungkinkan seseorang kembali ke masyarakat dengan pribadi yang baru dan lebih positif. Perubahan peran LP tersebut melibatkan berbagai aspek, termasuk aspek kesehatan. Kesehatan merupakan hak bagi setiap individu manusia, tidak terkecuali mereka yang menjadi Tahanan atau Narapidana (Napi) di LP. Meskipun hak-hak mereka dibatasi akan tetapi untuk mendapatkan hak asasinya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) LP tetap mendapatkan prioritasnya. Pentingnya aspek kesehatan untuk WBP mendorong penelitian tentang Peran Rutan Dalam Penerapan Pola Hidup Sehat WBP Rutan. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Bantul yang berlokasi di Guwosari, Pajangan, Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologis. Penggunaan metode ini diharapkan mampu membantu penulis dalam memahami individu WBP Rutan dalam penerapan pola hidup sehat mereka selama berada di dalam Rutan, bagaimana sikap dan perilaku mereka, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana pihak Rutan berperan dalam Penerapan pola hidup sehat tersebut. Sehingga penelitian ini mengambil judul “Peran Rutan dalam Penerapan Pola Hidup Sehat Warga Binaan Rutan” Dengan mengambil rumusan permasalahan Bagaimana bentuk peran pihak Rutan dalam pelaksanaan pola hidup sehat para penghuni (WBP) tersebut ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha-usaha apa yang telah dilakukan pihak Rutan dalam mensosialisasikan pola hidup sehat, hambatan dan kendala apa yang ditemui ketika proses sosialisasi dilakukan. Mengetahui bagaimana kondisi WBP Rutan setelah dilaksanakan sosialisasi pola hidup sehat tersebut merupakan tujuan akhir dari penelitian ini. Setelah melakukan penelitian ditemukan data-data yang menunjukkan bahwa penyakit yang diderita WBP kebanyakan bersumber pada keadaan cuaca yang tidak menentu, keadaan kamar yang buruk karena adanya over kapasitas. Untuk pelaksanaan pola hidup sehat sebenarnya pihak Rutan telah menerapkan berbagai peraturan dan mengadakan berbagai kegiatan yang menunjang WBP menerapkan pola hidup sehat di dalam Rutan, akan tetapi banyak hal yang seringkali kurang mendukung pelaksanaan tersebut. Diantara hambatan tersebut adalah sikap dan perilaku WBP itu sendiri yang terkadang menyimpang dari peraturan yang ditentukan, selain itu keadaan fisik Rutan yang tidak mendukung pelaksanaan pola hidup sehat, hal ini dikarenakan adanya over kapasitas yang menyebabkan tidak memadainya fasilitas yang ada. Metode sosialisasi pola hidup sehat yang diberikan pihak Rutan ternyata kurang optimal dalam menciptakan pola hidup yang benar-benar sehat di lingkungan WBP. Hal ini dikarenakan sosialisasi yang diberikan bersifat monologis, diperlukan sistem sosialisasi yang lebih dialogis dan memahami kebutuhan WBP.

Kata Kunci : Penjara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.