EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN REMAJA (Studi di Panti Sosial Bina Remaja Beran, Tridadi, Sleman,
HARTANTO, Stepanus Tri, Soetomo
2008 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Remaja terlantar adalah bagian dari penyandang masalah kesejahteraan sosial yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah melalui Dinas Sosial. Remaja terlantar dalam penelitian ini bukanlah mereka yang berada di jalanan namun lebih pada terlantar dalam bimbingan mentalnya. Kriteria terlantar disini adalah putus sekolah, berasal dari keluarga tidak mampu, anak dari keluarga broken home, korban bencana, kerusuhan sosial. Seperti kita ketahui remaja sebagai generasi penerus bangsa sepatutnya mempunyai bekal kemampuan baik pengetahuan maupun ketrampilan. Akan sayang sekali bila mereka mengalami putus pendidikan sehingga mengakibatkan mereka tidak memiliki pengetahuan lebih ataupun ketrampilan/ skill. Mereka bila diperhatikan, ditangani dengan serius akan menjadi anak yang berguna baik dalam keluarga, masyarakat maupun negara. Mereka butuh bimbingan, dorongan, perhatian guna menumbuhkan kembali semangatnya. Salah satu upaya yang telah dilakkan pemerintah yaitu dengan menampung mereka dan memberikan ketrampilan agar ketrampilan itu nantinya dapat digunakan sebagai bekal untuk membuka usaha sendiri ataupun bekerja dalam usaha orang lain. Tujuannya memperoleh pendapatan guna mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga mereka dapat bertahan hidup/ survive. Penelitian ini mengambil lokasi di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Yogyakarta yang terletak di Beran, Tridadi, Sleman atau tepatnya persis di depan Stadion Sepak Bola Tridadi. PSBR merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dari Dinas Sosial Yogyakarta Subyek utama penelitian ini adalah remaja terlantar binaan PSBR, sedangkan unit analisisnya adalah PSBR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yang diambil berjumlah 13 orang, 5 orang staff panti, 5 orang remaja terlantar binaan yang masih menjalani bimbingan ketrampilan, 2 orang alumni PSBR dan 1 orang masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian besar eks binaan PSBR yang telah menyelesaikan bimbingan ketrampilan telah bekerja. Mereka mendapatkan pekerjaan melalui kebanyakan dari tempat mereka magang dahulu. Dapat dikatakan bahwa alumni dari PSBR tersebut telah mandiri secara fisik karena mereka mempunyai bekal ketrampilan/ skill sebagai modal utama untuk bekerja, mandi secara mental karena mereka mempunyai kepercayaan diri, semangat untuk menjadi berdaya/ menjadi lebih maju, dan mandiri secara sosial karena dalam interaksi sosial atau hidup bermasyarakat mereka tidak melulu bergantung. Kemandirian eks-binaan merupakan indikator efektivitas yang utama dari pemberdayaan remaja terlantar, di samping indikator tercapainya tujuan PSBR
Kata Kunci : Remaja