Merajut Benang Sejarah, Menyelesaikan Problematika Nasionalisme Indonesia
TANJUNG, Akbar, Ratnawati
2009 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)ABSTRAKSI Ada apa dengan Indonesia? Pertanyaan ini kembali menguak kepermukaan apabila melihat kondisi Negara Indonesia yang tidak kunjung membaik. Malahan, kondisi sosial, ekonomi dan politik, semakin terlihat suram dan semakin menakutkan. Terlihat suram karena rentetan peristiwa dan kejadian yang mengancam integrasi nasional masih sering terjadi: konflik yang berbasis etnisitas dan kelompok, suara-suara kemerdekaan dari ”Bumi Cendrawasih”, penjualan aset-aset negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, konflik politik pilkada yang berimbas pada konflik sosial di tingkat akar-rumput, hilangnya pulau-pulau kecil Indonesia baik karena proses pencaplokan oleh negara tetangga (Malaysia) maupun tenggelam akibat penambangan pasir, kemiskinan, pengangguran dan persoalan sosial lainnya. Sisi menakutkan, jika tidak cepat diselesaikan maka Indonesia akan tinggal kenangan, hanya menjadi kenyataan geografis di atas peta seperti Uni Soviet, runtuh dan porak-poranda. Bukankah perpecahan tersebut sudah mulai terjadi dengan lepasnya Timor-Timur dari pangkuan ”ibu pertiwi”? So, what is to be done? Apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari persoalan yang menimpa Indonesia saat ini? Belajar dari sejarah...Ya, memahami kembali sejarah karena pemahaman sejarah akan mengantarkan kita pada kemajuan. Prinsipnya adalah hanya mereka yang belajar dari sejarah – belajar dari kesalahan dan kemajuan - yang akan mencapai hidup yang maju. Sejarah ibarat ”kompas” yang akan menuntun kita jika tersesat di tengah hutan. Karena menurut penulis, Indonesia saat ini sedang tersesat, kita tidak tahu akan melangkah kemana ke depannya. Sejarah, ibarat sebuah rumah tempat kita bertolak untuk kemudian mengembarai dunia. Jika seseorang tidak tahu asal rumahnya, maka dia akan kesasar. Kesalahan-kesalahan yang kita lakukan selama ini terjadi karena kita tidak tahu sejarah. Jika kita tidak tahu sejarah, maka kita tidak akan paham tentang masa kini apalagi masa depan. Apabila rakyat Indonesia terutama eliteltnya tidak paham akan sejarah nasionnya, maka konsep untuk membangun Indonesia akan “ngawur” (kata Pram). Kesadaran dan pemahaman sejarah itulah yang sering ditekankan oleh Pramoedya untuk membangun kembali negara ini. Menurutnya, kekacauan yang dialami negara ini karena tidak adanya kesadaran sejarah para pemimpinnya sehingga tidak tahu langkah yang akan diambil ke depannya. Banyak hal yang dikritik oleh Pram dalam perjalanan negara ini. Kritik-kritik tersebut diharapkan mampu menjadi elan untuk membangun Indonesia sehingga ”awan mendung akan kembali cerah”. Jika nasionalisme dimaknai sebagai keinginan untuk hidup bersama , untuk mencapai tujuan bersama, Pram menawarkan beberapa konsep agar keinginan untuk hidup bersama tetap terjaga. “The people must know their history”
Kata Kunci : Nasionalisme