Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN

ASDAR,

2009 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

SINOPSIS Penelitian ini mengupas tentang penanganan anak jalanan yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Kota Yogyakarta. Lokasi penelitian dilakukan di lingkup Kota Yogyakarta karena selama ini Yogyakarta dikenal sebagai surga anak jalanan. Jenis penelitian kualitatif menjadi pilihan dalam memotret upaya penangan FKPSM terhadap anak jalanan. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan 3 cara yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya melalui jalur induktif dengan cara mencari keterkaitan data yang diperoleh sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Munculnya persoalan anak jalanan tidak lepas dari timpangnya distribusi baik itu sumber daya yang sifatnya materil maupun non materil. Sebagai ekses dari pembangunan, keberadaan anak jalanan telah membuat banyak pihak prihatin terhadap kondisi mereka. Posisi tawar mereka sangat rendah sehingga menempatkan mereka dalam posisi kelompok yang termarjinalkan. Sudah banyak pihak yang terlibat dalam menangani anak jalanan dengan cara yang beragam pula. Namun realitas anak jalanan masih sangat memprihatinkan bahkan kecenderungannya semakin bertambah dari tahun ke tahun. FKPSM sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan turut prihatin melihat realitas tersebut dan terpanggil untuk melakukan pemberdayaan anak jalanan. Pemberdayaan mendorong emansipasi yang menempatkan manusia tidak lagi ditentukan oleh manusia lainnya sehingga anak jalanan dapat mengaktualisasikan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKPSM telah lama mengurusi anak jalanan yaitu sejak dibentuknya organisasi ini. Berbagai macam strategi telah ditempuh dalam menangani anak jalanan. FKPSM dalam menangani anak jalanan menggunakan dua pendekatan yaitu secara langsung mendatangi berhubungan dengan anak jalanan dan tidak langsung melalui perantara masyarakat. Pada awalnya, strategi yang ditempuh banyak dilaksanakan dengan model penguatan ekonomi produktif dan pelatihan keterampilan dengan tujuan agar anak jalanan dapat mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya lagi di jalanan. Tapi model tersebut mengalami kegagalan dan pada akhir tahun 2008 dicoba suatu model penanganan yang baru dengan melibatkan unsur masyarakat yang dikenal dengan program ”penanganan anak jalanan berbasis masyarakat”. Kegiatan ini difokuskan pada keterlibatan masyarakat sebagai ujung tombak yang akan memberikan pemahaman kepada para anak jalanan. Selain memberikan nasihat dan arahan kepada anak jalanan, kebiasaan memberikan uang kepada anak jalanan oleh masyarakat harus dihentikan demi mencegah anak turun ke jalan. Penanganan anak jalanan yang dilakukan oleh FKPSM merupakan suatu ironi dari konsep pemberdayaan yang selama ini kerap mereka dengungkan. Sosialisasi kemasyarakat untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan merupakan tindakan provokatif yang tidak akan menyelesaikan permasalahan anak jalanan. Ditambah lagi dengan aksi represif yang sangat bertentangan dengan konsep pemberdayaan. Upaya pemberdayaan yang selama ini dilakukan oleh FKPSM sebenarnya tidak ada. Walau pun ada, derajatnya sangat kecil karena FKPSM lebih menampakkan tabiatnya sebagai lembaga korporatis yang menginginkan anak jalanan lenyap dari segala aktivitasnya.

Kata Kunci : Pemberdayaan; Anak Jalanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.