Efektivitas Mural Dalam Perubahan Perilaku Masyarakat (Studi Deskriptif mural kampung Prawirotaman dan Jetisharjo kota Yogyakarta)
KUSUMAWARDHANI, Arif, Margaretha Kustartini
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)INTISARI Ruang publik dewasa ini adalah arena pertarungan bagi berbagai kalangan yang mengejar eksistensi atau kepentingan. Keadaan kota kini menjadi rimbun oleh situasi kebebasan yang berlebihan. Akibatnya, Ruang publik kota semakin menyempit dan meluas hingga sampai dilingkungan masyarakat. Masyarakat kemudian menjadi pihak yang lemah. Berada pada budaya bisu, turut mengikuti jalur pasar. Adanya seni mural yang sebelumnya telah berhasil “mewarnai” kota jogja. Menjadi sebuah medium untuk berkreasi sekaligus melintasi batas ruang galeri menuju ruang yang lebih populis. Lewat mural, seni tidak hanya ditafsirkan sebagai objek dari para seniman namun sudah menjadi milik bersama oleh sang latar belakang apapun. Kapasitas pemahaman seni yang berbeda tak menjadikan mural menjadi suatu segmentasi subjek. Namun menjadi suatu varian dan apresiasi dari setiap pelakunya. Kini, warga kampung telah banyak berkreasi dengan medium mural, sebagai wujud kritik dan pesan moral. Penelitian ini lebih berfokus pada proyek mural kampung: “Mural Kampung Sebelah Art project”, Jogja Mural Forum sebagai kelanjutan dari mural kota beberapa waktu lalu. Proyek ini menjadi suatu alternatif kegiatan dilingkungan perkotaan dalam wujud seni kreatif. Dengan telah melibatkan 12 kampung di seputar kota, Menjadi suatu kebangkitan mural kampung untuk berdiri menyusun kreatifitas warga. Dengan mengambil 2 kampung yang berkarakteristik berbeda, yaitu Prawirotaman dan Jetisharjo. penelitian ini mencoba melihat bagaimana kegiatan kolektif kreatif lewat mural dan keefektifan pesan mural dalam merubah perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan tehnik “bola salju” yaitu diambil dari satu dan makin lama makin banyak. Meliputi: pihak Jogja Mural Forum, Masyarakat yang terlibat mural, Tokoh masyarakat setempat, Pemerintah Setempat, Dinas Pariwisata kota Jogja dan Seniman. Dari 2 kampung yang diteliti menunjukkan bahwa masyarakat masih mengalami kendala dalam usaha kelanjutan kegiatan mural. Selain itu juga ditambah dengan variasi respon yang ditunjukkan masyarakat. Adanya pembentukan komunitas mural berskala lokal, menjadi suatu bentuk wujud respon positif dan kreatif. Meskipun masih terbentur faktor ekonomi, namun bantuan dari pemerintah dalam mural dapat menjadi solusi. Hanya tinggal dalam pelaksanaan dan prosedurnya saja. Masih perlu untuk disosialisasikan kembali. Keefektifan pesan dalam mural juga masih bersifat kontemporer. Pesan terebut akan efektif sejalan dengan keberadaan mural. Dan akan bertahan sesuai dengan kualitas materi. Sehingga memerlukan pembaharuan kembali. Karakteristik dari masyarakat juga mempengaruhi dalam keberhasilan proyek ini. Masyarakat tidak hanya dihadapkan pada suatu keterlibatan, namun lebih dari itu bagaimana agar mural tetap berjalan dan menjadi suatu kebutuhan, Menjadi media penyampaian pesan hingga perasaan. Hal tersebut masih memerlukan dukungan dan bantuan yang lebih untuk merealisasikannya. Sehingga pada akhirnya kecintaan masyarakat terhadap mural tidak hanya sebatas musim yang hanya dilewati, namun menjadi suatu kebutuhan yang akan terus dirasakan. Itulah harapan dari adanya seni publik mural di kota seni.
Kata Kunci : Perilaku Sosial