Laporkan Masalah

RESPON REMAJA TERHADAP TAYANGAN BERITA KRIMINAL DI TELEVISI (Studi tentang peran agama, keluarga, peer group, dan tayangan kriminal terhadap respon remaja)

ERNAWATI, Wiwik, Andreas Soeroso

2008 | Skripsi | Sosiologi

INTISARI Berita kriminal memang sudah tidak asing lagi kita dengar setiap hari, karena setiap harinya memang selalu ditayangkan di beberapa stasiun televisi swasta dan jam tayangpun hampir bersamaan, karena bersaing untuk mendapatkan perhatian yang besar dan rating tertinggi dihati pemirsanya. Hal ini rupanya telah membawa pengaruh besar bagi kehidupan, terutama para remaja. Acara televisi yang banyak sering di tonton, terutama oleh remaja putra ialah tayangan berita kriminal. Remaja cenderung menyukai acara berita kriminal karena kehidupan para remaja identik dengan kekerasan dan pergaulan bebas. Berita kriminal yang sering ditayangkan di televisi rupanya telah banyak mendapat teguran dari masyarakat, bahwa dalam penayangannya masih terlalu bersifat vulgar. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran orang tua terhadap anaknya yang sering menonton acara berita kriminal. Sebenarnya tayangan berita kriminal di televisi memang tidak sepenuhnya disalahkan untuk ditayangkan, hanya saja dalam penayangannya sedikit lebih disensor atau diedit, serta jam tayang pun lebih dapat dikurangi. Remaja adalah usia yang sangat rawan dan riskan, mudah dan gampang terpengaruh dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Peran orang tua terhadap anak remajanya sangat diperlukan, terutama pada saat menonton acara berita kriminal di televisi. Hal ini untuk menghindari supaya remaja tidak terlibat dalam dunia kriminal. Penelitian tentang respon remaja terhadap acara berita kriminal di televisi menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Hal ini guna memperoleh gambaran deskriptif tentang permasalahan penelitian yang diperoleh melalui wawancara mendalam. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yakni hal apa saja yang mendorong remaja putra menonton acara berita kriminal di televisi dan juga respon yang didapat setelah sering menonton acara berita kriminal di televisi. Peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang respon remaja terhadap tayangan berita kriminal karena respon tersebut membawa pengaruh besar bagi kehidupan para remaja apakah remaja tersebut benar-benar dapat membedakan dan memaknai dari tayangan tersebut. Dari hasil penelitian ternyata didapat dua respon dari tayangan berita kriminal yang sering remaja tonton, yakni respon positif dan negatif. Adapun respon positifnya ialah dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta lebih bersikap waspada dengan lingkungan di sekitarnya. Sedangkan respon negatifnya ialah karena pengaruh teman pergaulan dan dalam keluarga sering menonton tayangan berita kriminal. Maka dapat menjadikan remaja tersebut menjadi memiliki sifat agresif dan menjadi takut atau ngeri, sifat ini membawa pengaruh buruk bagi remaja tentunya. Remaja yang memiliki keluarga utuh, harmonis, dan memiliki tingkat ketakwaan agama yang kuat, pada kenyataannya remaja tersebut cenderung memiliki sifat yang baik, mudah diatur, sehingga cukup bisa menahan emosi yang sedang bergejolak. Dan juga didukung dengan interaksi dengan orangtuannya baik, maka dapat membantu remaja melewati masa-masa labil dan sulit. Tetapi sebaliknya remaja yang tidak memiliki keluarga yang utuh (broken home) dan tingkat ketakwaan agamanya kurang maka cenderung memiliki sifat pembangkang, susah diatur, dan suka dengan hal-hal kekerasan, karena terlalu seringnya melihat orangtuanya bertengkar dan berselisih. Hal ini memicu si anak menjadi keras dan pemberani.

Kata Kunci : Televisi; Remaja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.