POLA KEMITRAAN TCDC YOGYAKARTA:
INDRANINGRUM, Dina,
2009 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)POLA KEMITRAAN TCDC YOGYAKARTA Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari etika bisnis, pemaknaannya tidak hanya sebatas profit karena didukung konsep Triple Bottom Line di dalamnya. Pada prakteknya di Indonesia, CSR melalui pendekatan Community Development (CD) hanya dijadikan sebagai dalih untuk mencapai keuntungan perusahaan. Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), program CD terkait dengan peran sosial BUMN yang dilegitimasi dalam Peraturan Menteri Negara BUMN No.5/MBU/ 2007 dengan nama program kemitraan dan bina lingkungan. Namun ini yang dianggap sebagai CSRnya BUMN dengan pendekatan CDnya. Program kemitraan diharapkan dapat memberdayakan dan mengembangkan potensi ekonomi, kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitar dengan memanfaatkan dana keuntungan BUMN. Harapan ini menjadi tidak mudah dilakukan dalam pengelolaan kemitraan sekalipun dana yang dimiliki besar. Kecenderungannya, pola kemitraan sebagai pemenuhan tanggung jawab politis kepada pemerintah dengan tetap mencari laba di dalamnya daripada peningkatan kompetensi itu sendiri. Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai tujuan dari pola kemitraan menjadi permasalahan kompleks karena dihadapkan pada pencarian laba perusahaan dengan menggunakan modus filantropi konsumsi. Ini yang menggejala pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Kandatel Yogyakarta sebagai perusahaan perseroan terbuka yang berstatus BUMN. Untuk menjawab dua pertanyaan besar dalam penelitian, yaitu pola kemitraan sebagai strategi promosi perusahaan yang dilakukan oleh Telkom Community Development Center (TCDC) dan dampaknya pada pemberdayaan UKM digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskreptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap pihak TCDC yang diwakilkan asisten managernya. Sedangkan UKM selaku mitra binaan sebagi wakil masyarakat karena teknik penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Observasi juga dilakukan terhadap kedua belah pihak yaitu mitra binaan dan Telkom. Dokumentasi dilakukan dengan pengambilan foto, data – data sekunder yang ada di Telkom maupun mitra binaan, serta artikel yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi perusahaan yang dilakukan TCDC Yogyakarta terjadi karena program CD tidak digunakan sebagai pendekatan CSR, tetapi hanya sebatas pemenuhan kewajiban terhadap peraturan yang melanggengkan mekanisme top down. Mitra binaan sebagai konsumen program akhirnya juga menjadi konsumen produk karena Telkom mewajibkan penggunaan produknya dan itu diskenario agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Promosi penjualan sebagai wujud kapitalisme perusahaan melalui kegiatan sosial ini dibuat kurang menyakitkan dengan menggunakan modus filantropi konsumsi dan cause related marketing selain ada upaya pengamanan dana yang menyertai. Telkom dengan hanya berkonsentrasi pada laba akhirnya mengabaikan tujuan program, yaitu untuk pemberdayaan. Tidak ada partisipasi masyarakat dalam program, tidak ada kemandirian yang diciptakan, dan upaya pengembangan usaha hanya dilakukan sebatas pada formalitas pemenuhan peraturan. Ketergantungan pada dana dan produk Telkom dengan terus mengalirkan dana menjadi lebih penting karena Rate program kemitraan dan keuntungan financial adalah hal utama yang ingin dicapai. Tetapi mitra binaan yang bergantung ini tetap mengalami perkembangan usaha karena potensi kewirausahaan yang dimiliki dan telah menjadi mitra binaan instansi lain sebelum menjadi mitra binaan Telkom.
Kata Kunci : Bisnis