Laporkan Masalah

Problematika Pelayanan Publik Melacak Strategi Efisiensi PT PLN (Persero) dalam Memberikan Pelayanan Umum Yang Lebih Baik Kepada Masyarakat Studi di Area Pelayanan Jaringan PLN Kota Yogyakarta

ANTHONY, Mario Ray, Mario Ray Anthony

2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Penelitian ini mengambil tema pelayanan publik di Indonesia yang jauh dari kata memuaskan. Birokrasi yang berbelit-belit, pungutan liar di sana-sini,serta praktek KKN yang masih marak terjadi. Budaya patrimonial yang masih sangat kuat membuat aturan-aturan yang telah digariskan menjadi tida dipatuhi lagi. Akibatnya, pelayanan publik menjadi tidak efisien. Rumusan masalah yag ada dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana PT. PLN (Persero) menerapkan strategi efisiensi di dalam perusahaan yang berdampak pada pelayanan kepada masyarakat di wilayah pelayanan kota Yogyakarta (PLN APJ Yogyakarta). Konsep pelayanan publik yang mengedepankan kesederhanaan, kejelasan dan kepastian, keamanan, keterbukaan, efisiensi, ekonomis, keadilan dan pemerataan serta ketepatan waktu sebagai ciri khas sebuah pelayanan publik. Diimbangi dengan tata kelola (Good Governance) dalam pelayanan publik akan menjadi pedoman pokok dalam meneropong langkah PLN yang mencoba melakukan efisiensi dengan tujuan akhirnya yaitu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Inefisiensi yang ada di PLN terjadi pada 3 sektor yaitu sektor produksi(pembangkit tenaga listrik), sektor pendistribusian, dan sektor pelayanan terdepan/fronline yang berhubungan langsung dengan warga negara. Upaya konkret yang saat ini dilakukan adalah dengan mengganti pembagkit listrik BBM dengan non BBM yang terbukti lebih irit. Pengecekan berkala terhadap instalasi listrik di tiap ligkungan area pelayanan dan operasi penertiban pemakaian tenaga listrik di tiap unit pelayanan. Sosialisasi energi listrik secara hemat juga digencarkan. Melalui Efisisnsi Drive Program(EDP), permasalahan inefisiensi pada PLN mulai menunjukan grafik positif. Dimana tiap tahun( 2000 s/d 2007) terjadi pencapaian yang signifikan(semakin efisien). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Pertama, permasalahan bahan bakar pengganti BBM( batubara) yang pasokannya saat ini masih belum bisa sepenuhnya berasal dari dalam negeri.Kedua, agar Program efisiensi yang telah berjalan bisa lebih maksimal, PLN harus bisa membuat kebijakan yang sifatnya lebih kaku, dalam artian penggunaan sistem punish and reward bagi pelanggan listrik agar usaha hematb listrik di kalangan masyarakat bisa lebih optimal. Ketiga, losses yang selama ini terjadi akibat pencurian listrik harus mendapatkan sanksi yang lebih tegas agar menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Dan yang keempat, harus ada usaha yang lebih kreatif dari PLN guna menurunkan angka kerugian yang terjadi selama ini,karena pada dasarnya, kerugian akibat PSO. Publik Service Obligation telah tertutupi oleh subsidi yang dibesikan oleh pemerintah sebagai kompensasi dari adanya PSO.

Kata Kunci : Pelayanan Publik; Strategi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.