Komoditifikasi Perempuan Buruh Migran Pekerja Domestik Sebuah Kulturalisasi Dominasi atas Perempuan dan Alam (Studi Kasus Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur)
DINDA DP, Dinda DP
2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Skripsi ini membahas tentang perempuan yang diperdagangkan lewat sebuah pekerjaan sebagai buruh migran pekerja domestik atau TKW-PRT. Mengambil kasus di Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi Jawa Timur sebagai salah satu daerah kantong TKW-PRT sekaligus kantong “trafficking,” penelitian ini akan menguak latar belakang migrasi perempuan setempat yang akhirnya membawa pada perdagangan perempuan. Perspektif yang digunakan adalah ekofeminisme. “Ecological feminism” adalah salah satu varian feminisme yang menganalisa opresi terhadap perempuan secara holistik. Bahwa penindasan yang dialami adalah akibat androsentrisme yang memunculkan dominasi atas perempuan dan alam untuk memberikan kemenangan bagi pihak yang dipertimbangkan superior (laki-laki dan budaya). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat setempat terhadap alam ternyata mempengaruhi migrasi perempuan ke luar negeri. Nilai alam dipertimbangkan secara instrumentatif dan mereduksi nilai intrinsiknya sehingga memunculkan degradasi yang terlihat dari penurunan hasil panen penduduk. Degradasi alam kemudian memunculkan pemiskinan dan pemiskinan ini harus dijawab dengan migrasi oleh perempuan, pihak yang paling merasakan masalah keberlangsungan hidup sebuah keluarga. Perempuan Kecamatan Kendal dianggap sebagai milik untuk dipertukarkan sebagai pengganti alam bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat. Perempuan telah mengalami opresi secara struktural maupun kultural. Saat berada di negara tujuanpun ternyata perempuan tidak lepas dari opresi; mereka mengalami berbagai macam eksploitasi bahkan tindak kekerasan fisik. Namun walaupun jumlah korban telah banyak, menjadi TKW-PRT tetap menjadi pilihan kebanyakan perempuan setempat karena ternyata eksploitasi telah mengalami proses kulturalisasi. Menjadi TKW-PRT telah berkembang menjadi “tren” lokal. Ini terlihat dari bagaimana masyarakat setempat memaknai profesi TKW-PRT. Profesi ini juga dianggap memiliki nilai prestige yang tinggi. Kulturalisasi eksploitasi dalam kerangka dominasi telah menyebabkan perempuan seringkali tidak menyadari bahwa ketidak adilan telah menimpa mereka. Ini diperparah dengan regulasi yang ternyata tidak berpihak pada mereka.
Kata Kunci : Gender; Pekerja