Laporkan Masalah

Dinamika Tingkat Kepublikan Ruang Publik (Studi Dinamika Tingkat Kepublikan Taman Sriwedari)

SISWANTI, Wahyu, Wahyu Siswanti

2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Potret perkembangan sebuah kota selalu mengalami perubahan seiring dengan pergantian zaman. Ruang-ruang di kota tumbuh berkembang mengikuti perputaran arus yang ada. Kota menjadi semakin maju dan modern akibat pengaruh globalisasi dalam sebuah kota. Kepelikan globalisasi menyebabkan banyaknya ruang yang digunakan untuk komersialisasi. Kasus pengalihfungsian lahan pun terjadi di banyak kota termasuk Solo yang kondisi ruang publiknya dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Keberadaan sebuah ruang public sangat penting bagi sebuah kota selain untuk menyeimbangkan hardware dan software demi keberlanjutan sebuah kota juga sangat penting untuk membentuk public civility ditengah semakin berubahnya karakteristik masyarakat menuju gesselcheft. ruang publik yang ada di Solo mengalami dinamika eksistensinya sebagai ruang publik bila dipandang ideal. Sebuah taman kota yang bernama Taman Sriwedari ini tidak bisa dipandang sebagai ruang public yang ideal yang mampu mengartikulasikan secara maksimal domain public. Ada reduksi yang mengeliminir kepentingan public sehingga membuat tingkat kepublikannya sangat minimalis. Hal ini sangat menggelitik kita untuk mengetahui dinamika Taman Sriwedari ini yang menyebabkan tingkat kepublikannya menjadi rendah dan mengapa bisa terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus dimana berusaha mendiskripsikan perjalanan sebuah ruang public yang semakin minimalis kepublikannya. Penulis dalam hal ini menggunakan lintas metode historiografi karena perjalanan tersebut tidak lepas dari masa lalu. Dalam menghimpun data pun penulis menggunakan data primer yang didapat dari wawancara dan data sekunder yang didapat dari dokumen,arsip. Setelah data terhimpun kemudian diolah dan dianalisis. Dari analisis data hasil penelitian dapat diperoleh bahwa perkembangan kota Solo sekarang ini sangat menglobal dengan ditumbuhi kawasan komersiil yang berada di pusat kota bagian selatan. Tercatat sejumlah besar ruang-ruang kota berkembang menjadi areal perekonomian. Perkembangan ini tidak lepas dari orientasi kota Solo yang dipusatkan pada perdagangan, jasa dan pariwisata. Perkembangan di kawasan selatan ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan kota Solo pada masa kerajaan dimana terjadi penerapan konsep lingkaran sentris sehingga area yang berkembang berada di sekitar keraton. Dalam perjalanannya memenuhi tuntutan ruang bagi penyelenggaraan fungsi komersiil, ruang-ruang public yang ada di Solo ini banyak yang mengalami distorsi dan mengalami perubahan fungsi menjadi ruang komersialisasi didalam ruang public.Taman Sriwedari merupakan salah satu contoh kasus dimana tingkat kepublikannya semakin menurun akibat komersialisasi. Pergeseran idealisme Negara menjadi liberal terhadap taman ini menyebabkan dia dikomodifikasikan. Pada awal pendiriannya tahun 1899-1970 sebagai hiburan rakyat (wisata & budaya) yang dikomersilkan tetapi dalam rangka sustainability dan dapat diakses semua orang.Periode II 1970-1980 telah direduksi penggunaan oleh komersialisasi tetapi idealisme Negara tetap pada fungsi penyelenggaraan wisata & budaya.Periode III 1980-sekarang didominasi oleh sector komersiil sehingga berubah penyelenggaraannya menjadi budaya & komersiil.

Kata Kunci : Ruang Publik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.