Laporkan Masalah

Persepsi Masyarakat Terhadap Baitul Maal Wal Tamwil (BMT) dalam Usaha Pemberdayaan Masyarakat (Penelitian di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DIY)

MUHAMMAD, Fahmi Huda, Fahmy Huda Muhammad

2005 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Masyarakat memutuskan menerima atau menolak siapa, bagaimana dan mengapa terhadap sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Masyarakat golongan bawah memahami hal tersebut sebagai sesuatu yang menguntungkan atau merugikan karena masyarakat pada golongan ini sangat rentan terhadap kondisi yang berubah-ubah. Kondisi tersebut meliputi kebutuhan-kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Salah satu hal yang sangat mendukung terhadap kebutuhan yaitu modal atau lebih tepatnya kebutuhan uang. Jika kebutuhan uang tersebut mampu terpenuhi dengan baik maka akan membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Baittul Maal wa Tamwil atau BMT sebagai salah satu lembaga keuangan mikro yang berprinsip syariah hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat untuk membantu masyarakat terutama masyarakat golongan bawah sehingga memiliki akses untuk permodalan maupun bermacam kebutuhan akan uang. Kehadiran BMT untuk masyarakat sangat terkait untuk memberikan manfaat menuju kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu BMT berusaha untuk mendekati kebutuhan masyarakat golongan bawah melalui pinjaman modal, tabungan dan lain-lain. Penelitinan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Melalui pendekatan fenomenologi yang dipakai dalam memecahkan pertanyaan penelitian ini, maka muncul beberapa hasil penelitian yang dipandang cukup relevan dengan kondisi yang ada. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumen. Wawancara dilakukan terhadap masyarakat yang terkait dengan proses operasional BMT. Hasil observasi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam studi penelitian ini dilakukan pembandingan satu dengan lainnya untuk menguji keabsahan data. Untuk lokasi penelitian, penulis memilih lokasi Desa Sidoluhur, Kecataman Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hal tersebut didasarkan atas keberadaan BMT yang cukup berpengaruh dalam masyarakat sebagai salah satu alternatif bank umum serta menghindari rentenir. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa masyarakat menerima kehadiran BMT di tengah-tengah kehidupan mereka. Bagi masyarakat, BMT merupakan alternatif permodalan yang paling baik. Bekerjasama dengan BMT memiliki kelebihan-kelebihan diantaranya kemudahan untuk dipercayai sebagai seorang yang membutuhkan modal sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk memenuhinya. Disamping itu secara umum masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini menyebabkan masyarakat golongan bawah memiliki akses permodalan bagi peningkatan kesejateraan masyarakat. Kepercayaan dan kepedulian BMT terhadap kondisi masyarakat menjadikan BMT bermutu. Demikan juga dengan produk yang ditawarkan BMT kepada masyarakat tidak jauh berbeda dengan bank-bank pada umumnya. Perbedaannya adalah sistem syariah atau bagi hasil yang diterapkan dalam setiap produk yang dikeluarkan BMT. BMT menganut sistem ‘jemput bola’ yang artinya apabila masyarakat menginginkan transaksi maka tidak harus datang ke kantor namun cukup dilakukan di tempat masyarakat berada.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat; BMT


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.