Pelestarian Hubungan dalam Sitem Subkontrak Kerajinan Agel Studi tentang perajin agel di desa Sentolo, kecamatan Sentolo, kabupaten Kulon Progo, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
YARDI, Samsi, Samsi Yardi
2008 | Skripsi | SosiologiKemunculan usaha kerajinan agel pada awalnya didorong oleh kondisi lingkungan yang tidak banyak memberikan kemungkinan kepada mereka untuk memperoleh penghasilan yang cukup. Dalam pengembangan usahanya, perajin agel dihadapkan pada berbagai kendala yang sebenarnya bersifat klasik, yaitu modal, pemasaran, dan manajemen. Pengusaha kecil biasanya bercirikan antara lain:mempunyai skala usaha yang kecil, baik modal, penggunaan tenaga kerja maupun orientasi pasarnya; banyak berlokasi di pedesaan atau kota-kota kecil; status usahanya milik pribadi atau keluarga; sumber tenaga kerjanya berasal dari lingkungan geografis dan sosial budaya setempat. Untuk mengatasi masalah ini salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengaitkan mereka dengan eksportir dalam hubungan subkontrak. Dalam sistem ini perusahaan-perusahaan besar atau eksportir dapat langsung membantu usaha industri kecil dengan memberikan subkontrak kepada mereka. Usaha kerajinan agel di Desa Sentolo dapat berkembang seperti sekarang bukan hanya berkat keuletan para perajin., tetapi juga karena masuknya para eksportir ke sentra kerajinan agel. Sebelum mempunyai hubungan dengan eksportir pengusaha kerajinan agel hanya memasarkan produknya ke pasaran lokal dan beberapa tempat lain seperti daerah pariwisata Borobudur, Surabaya, dan Jakarta. Melalui hubungan subkontrak akan muncul perubahan-perubahan baru, misalnya pada rancangan atau desain produk, kualitas produk, dan berkembangnya produk-produk baru yang sebelumnya tidak dikenal oleh para perajin agel. Rumusan masalah yang ingin dikemukakan dalam tulisan ini adalah: Bagaimana pelestarian hubungan yang dijalankan oleh juragan terhadap perajin yang terlibat dalam subkontrak pada usaha kerajinan agel di desa Sentolo untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah:Untuk mengetahui bentuk-bentuk hubungan yang terjalin antar perajin yang terlibat dalam sistem subkontrak dan untuk menjelaskan usaha pelestarian hubungan yang dilakukan oleh juragan terhadap perajin yang terlibat dalam subkontrak kerajinan agel di Desa Sentolo. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, yang ingin menjelaskan unsur-unsur sosial budaya yang terlibat dalam aktivitas ekonomi (produksi) dalam usaha kerajinan, maka untuk mendukung hal tersebut lebih tepat untuk mengutamakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Pendekatan kualitatif yang bersifat intepretatif dipilih karena diharapkan hasil yang dicapai lebih menyeluruh dan lengkap serta kontekstual dengan perkembangan dan dinamika yang terjadi di lapangan. Dari hasil penelitian dapat dapat disimpulkan bahwa kiat pengusaha untuk menjaga kelangsungan usaha dalam sistem subkontrak kerajinan agel adalah dengan mempertahankan hubungan baik dengan pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi, baik dengan para perajin yang menjadi anggota maupun dengan eksportir yang menjadi mitra pengusaha tersebut. Hubungan kerja dalam sistem subkontrak tidak hanya dilandasi oleh kepentingan ekonomi saja, tetapi juga oleh hubungan kekerabatan dan ketetanggaan. Usaha yang dilakukan juragan untuk melestarikan hubungan dengan eksportir antara lain : mensubkontrakkan sebagian pesanan kepada perajin anggotanya; memberikan ketrampilan desain sesuai pesanan serta menggunakan bahan yang berkualitas. Sedangkan usaha yang dilakukan juragan untuk melestarikan hubungan dengan perajin anggotanya adalah, pertama, memanfaatkan keterikatan historis yang telah ada; kedua, dengan memberikan uang muka kepada perajin anggotanya, ketiga, dengan membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga anggotanya; dan keempat, dengan mengadakan arisan. Sistem subkontrak dapat dilaksanakan karena juragan mampu mengorganisasi komponen-komponen yang terlibat langsung dalam proses produksi menjadi suatu kelompok kerja yang didasari oleh pertukaran kepentingan. Interaksi yang terjadi dengan kerabat, tetangga dan dengan mereka yang seprofesi sama sebagai perajin, telah menumbuhkan rasa kebersamaan dan loyalitas yang tinggi untuk saling membantu demi kemajuan bersama.
Kata Kunci : Tenaga Kerja