Laporkan Masalah

Kelurga Desa Menonton Berita Bencana Studi Etnografi tentang Resepsi atas Pemberitaan Bencana di Televisi sebagai Tolok Ukur Media Literacy di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul

RAHMITASARI, Diyah Hayu, Diyah Hayu Rahmitasari

2008 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Realitas media tidak pernah sama dengan realitas sosial. Media, dalam hal ini televisi, selalu melakukan serangkaian proses pemilihan dan embingkaian yang menjadikan realitas media berjarak dengan realitas empiris. Begitu juga dalam memberitakan peristiwa bencana. Bencana yang merupakan peristiwa yang membekas secara psikologis juga ditampilkan sebagai hasil konstruksi oleh televisi. Sayangnya, dalam proses konstruksi tersebut, televisi sering melakukan kesalahan terutama terkait dengan akurasi pemberitaan dan dramatisasi. Akibatnya, audiens justru menuai bencana baru karena ketidakpahaman mereka atas alur kerja dan logika pemberitaan media. Untuk menjadi paham terhadap media, seseorang memerlukan serangkaian pengetahuan dan kemampuan yang kemudian lazim disebut media literacy. Media literacy tak lain adalah perspektif yang kita gunakan secara aktif ketika kita bersinggungan dan bersentuhan dengan media. Perspektif ini merupakan sekumpulan pengetahuan dan kemampuan yang faktor pembentuknya antara lain adalah pengalaman (experiences), penerapan aktif atas kemampuan (active application of skills) dan pendewasaan (maturation). Media literacy dipengaruhi juga oleh modernitas. Hal ini dikarenakan, modernitas menjamin adanya ”fasilitas” berupa kesediaan (supply) pendidikan,pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Dengan tingkat pendidikan,pengalaman dan pengetahuan yang memadai, seseorang bisa bersikap lebih kritis terhadap segala sesuatu. Modernitas juga memungkinkan adanya pilihan pilihan. Dengan sedikit pilihan atau bahkan tidak ada pilihan sama sekali, kita akan terbutakan dari dunia dan dipaksa untuk menerima; tema, nilai, kepercayaan dan interpretasi yang disodorkan media. Begitulah yang terjadi di desa Dadapayu, kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Audiens berita bencana di desa tersebut memiliki tingkat media literacy yang beragam terutama karena keterbatasan akses mereka terhadap modernitas dengan segala fasilitas yang mengikutinya (supply pendidikan, pengetahuan dan fasilitas pendukung).

Kata Kunci : Berita


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.