Studi Evaluasi Dampak Program Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat dalam Bidang Peternakan
PRAWIDNYA, I Gusti Ngurah Eka, I Gusti Ngurah Eka Prawidnya
2008 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa dalam pelaksanaan program perlu diadakan evaluasi agar bisa diketahui tingkat keberhasilan program, dan realisasi yang telah dicapai serta bisa diketahui faktor-faktor kelemahan atau kekurangan. Hasil dari evaluasi tesebut dapat dijadikan masukan umpan balik (feed back) dalam proses perencanaan dan penyusunan program selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui program berhasil atau tidak. Keberhasilan program bisa dinilai dari dua sudut pandang yaitu keberhasilan secara pelaksanaan (program bisa terimplementasi dengan lancar dan target dari program bisa tercapai sesuai waktu yang ada) dan keberhasilan secara dampak (dampak yang terjadi setelah pelaksanaan program benar-benar merupakan tujuan dari program yang hendak dicapai). Sebagai suatu studi analisis kebijakan publik, evaluasi kebijakan merupakan bagian dari policy process. Dalam policy process, evaluasi memegang peranan untuk menilai tingkat keberhasilan kebijakan secara impact dari kebijakan yang berguna bagi feedback untuk kebijakan selanjutnya. Dalam penelitian evaluasi menggunakan dua metode yaitu metode kausalitas dan metode diskriptif. Disain dari penelitian ini adalah comparative after only dengan menggunakan kelompok pembanding (kontrol). Hasil dari penelitian ini secara garis besar adalah pelaksanaan Program Kredit Bergulir (Revolving) Ternak Bantuan Pemerintah di Kabupaten Bantul belum mampu memberikan dampak sesuai dengan tujuan program. Sedangkan rekomendasi yang bisa diberikan kepada pelaku program adalah pertama Perlu dipikirkan untuk melakukan sinergi yang strategis dengan program-program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh pemerintah daerah sehingga tujuan program untuk mengentas masyarakat dari garis kemiskinan lebih bisa terarah dan lebih bisa memberikan dampak yang luas. Kedua perlu kiranya dipikirkan untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga seperti perusahaan atau lembaga keuangan kredit kecil agar masalah klasik yang selalu timbul setiap akan memulai sebuah program bisa sedikit dikurangi. Yang tidak kalah penting adalah terus membina hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Bantul, Dinas Peternakan Kabupaten Bantul serta kelompok peternak di Kabupaten Bantul sehingga koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik terus terjaga dan mungkin bisa ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang. Ketiga untuk tahun-tahun yang akan datang perlu kiranya dipertimbangkan untuk mencoba memasukan materi pelatihan tentang cara-cara pemasaran produksi hasil usaha mandiri dan juga kewirausahaan agar selain mempunyai kemampuan produksi ternak, peserta program juga sedikit memiliki mental untuk menjadi seorang wirausahaan dalam melakukan usaha produktif. Terakhir, Mengingat jumlah petugas penyuluh lapangan yang kurang, hendaknya jumlah penyuluh lapangan ditingkatkan lagi sesuai dengan angka ideal yang nantinya dapat ditentukan melalui luasan wilayah dan jumlah populasi ternak. Masih sejalan dengan hal tersebut perlu juga kiranya petugas penyuluh lapangan lebih dikembangkan kemampuan akademis maupun kemampuan penguasaan keterampilan agar selalu up to date dengan perkembangan lingkungan.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat; Peternakan