Laporkan Masalah

Modernisasi Militer China dan Potensinya Sebagai Ancaman Keamanan Asia Timur Dilhat dari Perspektif Jepang

WIHARANI, Annisa Paramita, Annisa Paramita Wiharani

2008 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Perkembangan stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur merupakan salah satu topik menarik dalam studi hubungan internasional. Kejadian demi kejadian menunjukkan perkembangan yang semakin hangat untuk diikuti. Dalam beberapa tahun terakhir, modernisasi militer China baik doktrin dan strategi maupun perkembangan persenjataannya terus mengalami perkembangan signifikan yang diindikasikan dengan peningkatan anggaran belanja militernya yang terus melonjak dari tahun ke tahun. Jepang sebagai negara tetangga di kawasan menunjukkan kekhawatirannya akan kemunculan “China threat”. Jepang menganggap bahwa kemampuan militer dan persenjataan China sudah melampaui batas untuk keperluan pertahanan, bahkan sudah memiliki senjata offensive yang cukup besar. Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang melatarbelakangi persepsi ancaman Jepang tersebut, tulisan ini mengambil studi kasus proses modernisasi militer China dan beberapa sengketanya dengan Jepang. Dari segi kepentingan Jepang (politik, ekonomi dan pertahanan), terhadap beberapa assessment yang mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional Jepang, yang dapat dibagi dalam 3 persoalan, yaitu; pertama, peningkatan angaran belanja militer China yang tidak disertai dengan transparansi; kedua, kerawanan wilayah laut, troubled sea di wilayah Asia Timur yang merupakan jalur laut vital bagi kehidupan perekonomian dan pertahanan Jepang; dan ketiga adalah sengketa kepulauan Senkaku/Diaoyutai yang belum selesai sampai sekarang, bahkan semakin berkembang menuju ke arah konflik fisik yang terbuka. Secara otomatis, Jepang sendiri kemungkinan akan meningkatkan militernya dalam rangka untuk menghadapi kemungkinan persaingan yang berlanjut dengan China. Modernisasi militer China telah menciptakan unbalance power di kawasan Asia Timur, yang menyebabkan security dilemma, karena tidak adanya trust antara negara-negara di kawasan.

Kata Kunci : Militer; Keamanan; China


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.