Efektivitas Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin Studi Terhadap Program Askeskin Tahun 2007 di Provinsi Yogyakarta
TRIWIBAWATI, Yulia, Yulia Triwibawati
2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Kondisi perekonomian negara yang belum pulih dari krisis telah menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah masyarakat miskin dan pengangguran. Kemiskinan secara langsung juga telah mengakibatkan sulitnya akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar manusia seperti pendidikan dan kesehatan. Sehingga diperlukan peran pemerintah dalam membantu dan menjamin akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Pemerintah memiliki tiga fungsi utama terhadap masyarakat, yakni fungsi pengaturan, fungsi pemberdayaan, dan fungsi pelayanan. Dalam konteks sulitnya akses masyarakat terhadap kebutuhan hidup, maka fungsi pelayanan merupakan kunci utama bagi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Realisasi fungsi pelayanan dalam sektor kesehatan adalah penetapan program jaminan sosial pelayanan kesehatan masyarakat miskin.Di tahun 2007, program ini dikenal dengan nama Program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin) yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.Namun pelaksanaa Askeskin 2007 dinilai belum berjalan secara efektif. Mengukur efektivitas program Askeskin menggunakan konsep pelayanan publik yang berkualitas Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk memenuhi standar validitas data, dalam penelitian dipakai data primer (wawancara secara langsung) dan data sekunder (media massa dan dokumen). Penelitian menunjukkan hasil bahwa program Askeskin 2007 di Provinsi Yogyakarta belum berjalan secara efektif. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat secara berkualitas dan memuaskan sulit untuk diwujudkan. Prosedur Askeskin dinilai masih terlalu rumit bagi masyarakat terutama yang belum pernah mengurus Askeskin. Perawatan diluar ketentuan Askeskin masih dikenakan biaya yang dirasakan terlalu membebani masyarakat. Mengurus keringanan Askeskin di RS membutuhkan waktu lama karena adanya berbagai syarat yang detail, lamanya waktu untuk meminta rujukan dari Puskesmas. Sementara sarana dan prasarana pelayanan dasar di Puskesmas dan RSUD juga kurang memadai, sehingga masyarakat memilih pelayanan di RS swasta. Akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tidak efektif karena terbatasnya informasi dan jangkauan wilayah pelayanan.
Kata Kunci : Kesehatan; Masyarakat Miskin