Peran Serta Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Sampah (Studi Kasus: Masyarakat Pengelola Sampah, Kota Cimahi, Jawa Barat)
WULANDARI, Mira, Mira Wulandari
2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Indonesia pada umumnya kurang mendapat perhatian sehingga seringkali menghasilkan masalah baru. Demikian juga yang terjadi pada TPA Leuwigajah Cimahi, yang merupakan TPA Megapolitan Bandung Raya,terjadi bencana longsor pada tanggal 21 Februari 2005. Salah satu akibatnya terbengkalainya sampah-sampah di setiap pojok di Megapolitan Bandung Raya. Walaupun menurut aturan kepemerintahan bahwa pengelolaan lingkungan hidup (dimana sampah termasuk didalamnya) merupakan tugas pemerintahan daerah, namun tidak menutup kemungkinan jika pengelolaan sampah dikelola mulai dari sumbernya, yaitu warga. Pengelolaan dari sumber inilah yang memberikan semangat bagi segelintir warga yang mampu mengelola sampah mulai dari rumahtangganya sendiri hingga lingkungan RT/RW-nya terlepas dari keberadaan Pemerintah Daerah. Tulisan yang berjudul Peranserta Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Sampah, dengan mengambil percontohan kasus di Kelompok Pengelola Sampah di Kota Cimahi,Jawa Barat, mencoba memberikan gambaran tentang aktivitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat Kota Cimahi, serta mendapatkan gambaran keberadaan pemerintah Kota Cimahi dimata masyarakat dalam menyelesaikan tugasnya sebagai pelayan publik. Mengingat pengelolaan sampah merupakan bagian dari tugas pemerintahan daerah Kota Cimahi sebagai pelayan publik, namun karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan akibat dari bencana longsor TPA Leuwigajah, ditambah dengan keterbatasan dana dan personil serta untuk efisiensi, maka Pemerintah Daerah Kota Cimahi cenderung meneruskan kegiatan yang sudah ada di wilayah Kota Cimahi. Untuk memberikan semangat walikota Cimahi pun mencanangkan Kota Cimahi sebagai Kota Kompos. Dalam penelitian ini peneliti menemukan dua orang pelopor pengelola sampah organik di Kota Cimahi, yaitu Bu Oom ketua RT 02 RW 05 Citeureup dan Pak Taruna ketua RW 05 Kel. Utama. Mereka melakukan pengelolaan tersebut terlepas dari tugas pemerintah sebagai pelayan publik dan adanya iuran kebersihan. Mereka lebih mengutamakan hasil yang dapat dicapai dari pengelolaan sampah organik, diantaranya kompos yang baik dan berguna bagi taman yang dikembangan di lingkungan masing-masing,berkurangnya penumpukan sampah di TPS (tempat pembuangan sementara),bahkan berkurangnya ketergantungan RT/RW kepada Dinas Kebersihan. Dengan menggunakan posisi elit masing-masing pelopor, mencoba menyuarakan kegiatan tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, dan kemudian mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam mensosialisasikan serta mencari kerjasama untuk pengembangan kegiatan pengelolaan sampah.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup; Sampah