Dinamika Radio Komunitas ( Studi Terhadap Eksistensi Radio Komunitas Swara Pesisir Kidul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta )
WIJAYANTI, Herlina, Herlina Wijayanti
2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Sebagai sebuah negara yang telah memperbaharui komitmen kenegaraannya, pola komunikasi top down seperti pada masa ‘dinasti’ Soeharto,mulai bergeser. Jika dahulu media informasi baik cetak maupun elektronik hanya digunakan sebagai alat legitimasi kebijakan pemerintah, maka kini akses partisipasi warga melalui media informasi terbuka lebar. Kebutuhan warga menjadi basic input kebijaka n dihimpun melalui pola komunikasi bottom up. Sementara warga memainkan perannya sebagai public wacthdog. Sebagai media dari, oleh dan untuk komunitas, radio komunitas hadir sebagai institusi lokal yang memberikan kontribusi bagi proses demokratisasi ranah lokal. Penguatan komunitas terjadi ketika warga komunitas berpartisipasi dalam proses perencanaan, produksi hingga proses pembuatan kebijakan dengan basic kebutuhan warga. Permasalahan warga yang dibahas dalam forum–forum diskusi, diangkat menjadi tema program dialog interaktif yang menghadirkan narasumber berkompeten. Disini konsep self governing community berlangsung, ketika warga secara bersama menentukan prioritas kebutuhan mereka. Lebih jauh lagi, partisipasi ini pada akhirnya memberikan pengaruh bagi penetapan kebijakan pemerintah (desa). Idealisme itu pula yang coba diraih Radio Komunitas Swara Pesisir Kidul 89,9 Fm (RSPK) yang terletak di kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, DIY. Meskipun pada akhirnya RSPK harus terjebak benang kusut permasalahan menyangkut image sebagai radio partai (Partai Keadilan Sejahtera). Selain permasalahan–permasalahan klasik lain, RSPK harus bergumul pada pergulatan konsep ‘komunitas’. Distorsi makna komunitaspun terjadi dalam tubuh internal rakom. Komunitas apa? Komunitas warga kecamatan Bantul atau komunitas tarbiyah (gerakan yang membidani PKS)? Karena pada akhirnya kehadiran RSPK mau tidak mau menjadi media kampanye jangka panjang bagi partai dakwah tersebut. Sadar akan kesulitan yang dihadapi, RSPK merancang strategi yang bertumpu pada image building RSPK sebagai media pemberdayaan warga. Perjalanan RSPK mempertahankan eksistensinya menjadi jalan cerita yang menarik untuk diketahui. Permainan bargaining, negosiasi hingga metamorfosa menjadi warna dalam dinamikanya. Untuk itu fokus penelitian ditujukan pada elemen internal dalam RSPK, mulai dari struktur hingga kebijakan, dan stakeholders lain sebagai elemen eksternal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana segala informasi diperoleh melalui observasi partisipatif. Hubungan dekat dengan organ RSPK memberi kemudahan tersendiri bagi proses penggalian informasi.
Kata Kunci : Radio Komunitas