Laporkan Masalah

Pendidikan Bagi Penyandang Cacat (Studi Pustaka Mengenai Proses Perintisan Pendidikan Inklusif Sebagai Upaya dalam Pemerataan dan Perluasan Sebagai Upaya dalam Pemerataan dan Perluasan Akses...

YUDHISTIRA, Helmi, Helmi Yudhistira

2008 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Penelitian ini berusaha mengkaji pentingnya pendidikan bagi penyandang cacat, mengkaji hak-hak memperoleh pendidikan bagi penyandang cacat, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi penyandang cacat melalui perintisan pendidikan inklusif, serta mengetahui hambatan-hambatan yang ada dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi penyadang cacat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan mengkaji sumber-sumber data sekunder. Data dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber yang meliputi buku, majalah, artikel, website dan sumber-sumber lain yang menunjang. Analisis dalam penelitian akan lebih difokuskan pada pemerataan dan perluasan akses pendidikan bagi penyandang cacat yang diupayakan melalui pendidikan inklusif. Data diolah secara kualitatif guna mendapatkan gambaran yang menditail tentang permasalahan yang sedang diteliti. Dari hasil pembahasan diperoleh kesimpulan akses pendidikan bagi penyandang cacat masih sangat terbatas dikarenakan banyak sebab, seperti sedikit dan tidak meratanya persebaran SLB di seluruh Indonesia, keterbatasan alokasi dana dari pemerintah, tingginya biaya pendidikan, serta stigma yang negatif terhadap penyandang cacat. Oleh karena itu pemerintah berupaya menerapkan pendidikan inklusif sebagai inovasi untuk memperluas akses pendidikan bagi penyandang cacat. Namun dalam prakteknya pendidikan belum berjalan mulus dikarenakan berbagai sebab antara lain tidak semua orang menghendaki penyandang cacat bersekolah di kelas biasa, terbatasnya aksesibilitas bagi penyandang cacat, minimnya jumlah guru yang memiliki kompetensi mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, belum tersedianya kurikulum bagi seluruh jenis kelainan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, tidak ada atau lemahnya kebijakan yang mengatur tentang pendidikan inklusif. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini direkomendasikan untuk meningkatkan dan memantapkan visi serta komitmen petugas pendidikan yang terlibat, membuat kebijakan operasional pelaksanaan pendidikan inklusif, sosialisasi yang lebih terarah di daerah-daerah, terutama untuk sekolah reguler, mempererat kerjasama terutama dengan pihak-pihak profesional dalam hal ini Norwegia, Agen-Agen PBB, serta Organisasi Pemerintah dan Non-Pemerintah Internasional juga dengan Pemerintah-Pemerintah Daerah, Universitas, LSM, serta Organisasi Penyandang Cacat sehingga dapat mencapai kemandirian, membina SLB-SLB yang telah ada dan mengkolaborasikan dengan pendidikan inklusif dalam kerjasama yang saling melengkapi. Mengkampanyakan hak-hak penyandang cacat guna menggugah kesadaran semua pihak, misalnya dengan melaksanakan dialog-dialog khusus, lokakarya,seminar ataupun advokasi dengan merangkul Organisasi-Organisasi Penyandang Cacat ataupun LSM yang menaruh pada permasalahan kecacatan. Agar lebih meluas dapat bekerjasama dan memanfaatkan media terutama media Televisi agar permasalahan kecacatan semakin mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Kata Kunci : Pendidikan: Difabel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.