Laporkan Masalah

Sistem Pembagian Kerja di Hotel Quality Yogyakarta (Studi Kasus Mengenai Tanggapan Trainee Atas Sistem Pembagian Kerja Antara Senior dan Trainee di Bagian Operasional Hotel Quality Yogyakarta)

FITRIAWARDANI, Citra, Citra Fitriawardani

2005 | Skripsi | Sosiologi

Hotel Quality Yogyakarta sebagai sebuah perusahaan yang cukup besar, tentunya memiliki sistem pembagian kerja di dalamnya. Dari sistem pembagian kerja itulah dihasilkan kejelasan dalam batasan kapasitas pekerjaan antara jabatan satu dengan jabatan yang lain, mulai dari jabatan yang tertinggi sampai dengan jabatan yang paling bawah. Selain itu, dengan adanya sistem pembagian kerja juga dapat memberikan ketegasan dalam batas wewenang dan kekusaan yang dimiliki oleh pemegang jabatan-jabatan tersebut. Hotel Quality Yogyakarta mengadakan program pelatihan kerja yang ditujukan bagi individu-individu (mahasiswa dan pelajar) yaitu program “On The Job Training”. Selanjutnya, dalam pelaksanaan program ini, muncul kecenderungan bahwa terdapat kekaburan dalam batas kapasitas pekerjaan antara senior dan trainee di bagian operasional Hotel Quality Yogyakarta. Berangkat dari kondisi bahwa adanya kekaburan dalam batas kapasitas pekerjaan antara senior dan trainee di bagian operasional Hotel Quality Yogyakarta tersebut, penelitian ini diadakan untuk mengetahui sistem pembagian kerja antara senior dan trainee yang di dalamnya memuat tentang proses perencanaan dan pelaksanaan pembagian kerja antara senior dan trainee di bagian operasional Hotel Quality Yogyakarta dan selanjutnya untuk mengetahui pula tanggapan yang muncul dari trainee berhubungan dengan pembagian kerja yang diterima dari seniornya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ini adalah senior dan trainee di bagian operasional Hotel Quality Yogyakarta, ditambah dengan kepala bagian personalia Hotel Quality Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan pustaka. Data yang terkumpul dianalisis sepanjang melakukan penelitian dengan mempelajari seluruh data yang terkumpul kemudian melakukan penyajian data dan akhirnya dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas pertanyaan penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pertama, pada proses perencanaan pembagian kerja antara senior dan trainee, senior sebagai pihak yang memiliki wewenang dalam pembagian kerja pada trainee ternyata tidak memiliki dasar atau acuan untuk mengatur pembagian kerja tersebut, dan pembagian kerja tersebut diberikan kepada trainee secara tidak tertulis atau secara lisan dalam bentuk instruksi atau perintah, sehingga dalam pelaksanaannya terdapat kekaburan batas kapasitas pekerjaan antara senior dan trainee. Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya keadaan dimana trainee seringkali memiliki beban kerja yang lebih banyak daripada seniornya. Dari kondisi tersebut, mau tidak mau menimbulkan tanggapan dari trainee sebagai pihak yang menerima pembagian kerja dari senior. Dan kesimpulan kedua dari penelitian ini adalah bahwa tanggapan yang muncul dari trainee atas sistem pembagian kerja dari senior ternyata sebagian besar justru memberikan tanggapan yang positif, yaitu dengan tidak adanya batas kapasitas pekerjaan dengan senior justru menimbulkan harapan bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan belajar pengoperasionalan pekerjaan dengan lebih banyak. Selain itu juga memotivasi trainee untuk mendapatkan prestasi secara maksimal. Sedangkan tanggapan negatif yang muncul berupa keluhan dari trainee karena dengan beban pekerjaannya yang lebih banyak dari senior kemudian terkadang trainee merasa memiliki pekerjaan yang melebihi kapasitas atau ‘porsi’ nya sebagai seorang trainee, sehingga keluhan yang sering muncul adalah yang berhubungan dengan masalah waktu dimana mereka memiliki waktu istirahat yang kurang ditambah terkadang trainee kerja lembur (over time). Akan tetapi dari tanggapan negatif yang diberikan oleh trainee, tidak mengakibatkan munculnya tindakan negatif dari trainee. Sebaliknya, trainee tetap berusaha menerima sebagai suatu kondisi yang wajar dengan posisinya sebagai trainee atau bawahan dari senior. Dapat ditarik kesimpulan bahwa posisi senior dan trainee dalam sistem pembagian kerja tersebut dapat dilihat sebagai struktur yang saling berhubungan dan fungsional. Karena dari pembagian kerja yang tidak tertulis tersebut, baik pihak senior maupun trainee dapat saling mengisi dan memberi fungsi. Fungsi tersebut dapat dillihat dari kondisi hubungan kerja antara senior dan trainee yang sifatnya simbiosis mutualisme atau di antara kedua belah pihak dalam keadaan saling menguntungkan. Hal tersebut dapat dilihat dari sebagian trainee memberikan tanggapan positif atas sistem pembagian kerja dari senior, walaupun timbul tanggapan negatif dari trainee tetapi hal itu dianggap wajar oleh trainee, dan tidak menimbulkan tindakan yang negatif dari trainee, sehingga kondisi hubungan kerja dengan senior tetap dalam kondisi yang seimbang. Sedangkan di pihak senior, keuntungan atau fungsi yang diperoleh adalah tersedianya tenaga tambahan yang dapat membantu dalam proses produksi mereka.

Kata Kunci : Pembagian Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.