Jurnalisme tentang Bencana Alam (Studi Deskriptif terhadap Praktek Jurnalisme tentang Bencana Alam yang Dilakukan Radio Sonora FM Yogyakarta dalam Pemberitaan Gempa Bumi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006
ISWANDI, Rahma Hanggia, Rahma Hanggia Iswandi
2007 | Skripsi | Ilmu KomunikasiSiapapun tak akan mengira kalau bencana gempa dengan kekuatan 5,9 skala Richter akan melanda Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Ketidakpastian informasi muncul akibat sumber berita yang tidak jelas dan simpang-siur. Berbagai isu yang ada, khususnya isu gelombang tsunami, menghadirkan teror sosial di masyarakat. Kepanikan masyarakat pun tidak dapat dihindari. Pada saat yang bersamaan, masyarakat yang menjadi korban atau yang berempati terhadap korban berusaha untuk menelusuri perkembangan informasi terkait dengan perkembangan efek dari bencana gempa tersebut. Informasi menjadi kebutuhan penting masyarakat ketika itu. Dalam kondisi tersebut media memainkan peran yang cukup signifikan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Terutama radio, yang dengan kemampuannya dalam menjangkau khalayak yang luas serta cepat, mampu menyebarkan berbagai informasi seputar gempa. Khususnya seputar informasi korban gempa maupun pendistribusian berbagai bantuan kepada para korban. Dalam menyajikan informasi itulah, media radio hadir dengan perspektif jurnalisme siarnya. Bahwasanya Radio adalah media yang sederhana dan bersifat murah ini gampang untuk diakses oleh mayakrakat yang pada saat itu panik dan membutuhkan informasi dari pihak yang terkait, seperti pemerintah. Dan pada saat itu, media radio yang leading menyajikan informasi kepada masyarakat adalah Radio Sonora FM Yogyakarta. Pendekatan jurnalisme siar yang ada pada radio, mampu membuka celah bagi berbagai pihak untuk secara bersama-sama menanggulangi bencana yang terjadi. Untuk itu dalam skripsi ini penulis berusaha untuk melakukan penelusuran terhadap ptaktek jurnalisme yang dilakukan oleh Radio Sonora FM Yogyakarta pada saat terjadinya bencana. Ini adalah sebagian kecil saja yang bercerita tentang media dan bencana. Dan itu takkan pernah habis-habisnya untuk dibahas, bagaimana peran media dalam melakukan pemberdayaan pada saat krisis seperti bencana. Dan media bukan lagi sekedar untuk menginformasikan akan tetapi telah bergeser ke peran empowerment di lingkungan masyarakat.
Kata Kunci : Jurnalisme; Bencana