Laporkan Masalah

Peran Media Siaran Radio dalam Manajemen Bencana (Studi Kasus Peran RRI Stasiun Yogyakarta dan Radio Sonora Yogyakarta dalam Manajemen Penanggulangan Bencana Gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta)

SULISTYANINGRUM, Anita Kurniati, Anita Kurniati Sulistyaningrum

2007 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Gempa yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 di Yogyakarta merupakan salah satu bencana alam paling besar di Indonesia. Gempa bumi tersebut menelan lebih dari 6000 jiwa serta membuat lebih dari 67 ribu rumah rata dengan tanah. Pada waktu itu konsentrasi semua pihak terutama pemerintah sedang tertuju pada aktivitas Gunung Merapi, sehingga mengakibatkan penanggulangan bencana gempa menjadi lamban. Pada saat koordinasi pemerintah belum lancar serta informasi formal tersumbat inilah, radio sebagai salah satu bentuk media massa mampu membuktikan fungsi dan peran pentingnya untuk ikut mengatasi persoalan publik. Dalam situasi darurat di tengah kepanikan masyarakat, radio menjadi media penyebaran informasi yang paling efektif bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi sekelilingnya. Dari radio siaran ini pula muncul solidaritas antar korban dan masyarakat untuk saling membantu. Jadi, fokus penelitian ini adalah peran media siaran radio dalam manajemen penanggulangan bencana gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta Dengan teori Disaster Management cycle akan dilihat peran media siaran radio sebagai salah satu stakeholder yang terlibat dalam suatu manajemen penanggulangan bencana yaitu pada tahap pencegahan, penjinakan, kesiap-siagaan, kejadian bencana, tanggp darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Peran tersebut dilakukan sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh radio sebagai sebuah media siaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran media siaran radio dalam manajemen penanggulangan bencana. Maka metode yang digunakan adalah metode penelitian diskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Unit analisis dalam penelitian ini berupa organisasi radio, yaitu RRI Cabang Yogyakarta dan Radio Sonora Yogakarta. Pertimbangan yang digunakan untuk menentukan unit analisisnya adalah bahwa peran aktif kedua radio tersebut dinilai paling tinggi ketika bencana terjadi. Teknik wawancara bebas terpimpin serta teknik dokumentasi, digunakan untuk mengumpulkan data primer maupun data sekunder. Sumber data diperoleh dari informan yang merupakan individu-individu yang berasal dari kedua radio dan juga masyarakat. Adapun teknik analisis data digunakan metode penelitian diskriptif dengan menekankan paa analisis data induktif. Setelah penelitian dilakukan diperoleh hasil bahwa pada masa pra bencana, kedua radio tidak memiliki peran sama sekali. Sedangkan pada tahap kejadian bencana dan tanggap darurat, peran utama radio sebagai sumber informasi dan media komunikasi dan penghubung. Adapun pada masa pasca bencana, radio menjalankan peran pemantauan dan menyelenggarakan suatu dialog publik. Selanjutnya disarankan bagi masing-masing radio agar memprioritaskan informasi tentang bencana alam sejak fase pra bencana, karena keberhasilan suatu manajemen penanggulangan bencana terletak pada fase tersebut, terkait dengan hal tersebut disarankan pula pada kedua radio untuk mengoptimalisasikan SDM serta memperhatikan prinsip spesialisasi tugas SDM yang dimiliki.

Kata Kunci : Siaran Radio, Manajemen Bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.