Konstruksi Makna Cantik dalam Iklan Analisis Semiotik tentang Konstruksi Makna Cantik Dalam Iklan Kosmetika Sariayu di Media Cetak
APRIYANI, Apriyani
2007 | Skripsi | Ilmu KomunikasiPerempuan merasa dirinya tidak cantik karena ia tidak seperti model dalam iklan. Gencarnya iklan-iklan, di satu sisi memang positif sebagai informasi atas adanya suatu produk, namun di sisi lain hal ini sebenarnya memancing sikap konsumtif perempuan. Iklan tidak sekedar menjual barang, ia juga menginformasikan , membujuk, menawarkan status, membangun citra, bahkan menjual mimpi. Pendeknya, iklan merekayasa kebutuhan dan menciptakan ketergantungan psikologis. Iklan menciptakan standar kecantikan yang pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi penampilan perempuan. penelitian ini menjadi menarik manakala kita melihat bagaimana iklan memanipulasi khalayak dengan mengkonstruksikan bagaimana seharusnya penampilan seorang perempuan. Begitu juga yang terjadi dalam iklan Sariayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik. Analisis semiotik dalam penelitian ini dipakai untuk mengkaji tanda-tanda tersebut dalam merepresentasikan konstruksi makna cantik dalam iklan Sariayu, dengan melihat realitas eksternal, nilai budaya, sejarah, yang menjadi bagian dalam proses konstruksi dan representasi. Pada penelitian ini, peneliti menempatkan diri sebagai penerima atau pembaca obyek penelitian, yaitu iklan Sariayu tersebut.
Kata Kunci : Gender; Iklan