Modal Sosial Pedagang Kaki Lima Minangkabau di Malioboro
OKTAVIA, Ika, Ika Oktavia
2007 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Masyarakat Minangkabau merupakan salah satu masyarakat yang mempunyai budaya merantau. Mereka merantau tersebar ke seluruh daerah di nusantara, salah satu daerah yang menjadi tujuan rantau mereka adalah Yogyakarta. Beberapa orang Minangkabau yang merantau di Yogyakarta mempunyai pekerjaan sebagai pedagang kaki lima di Malioboro. Keberadaan mereka di Malioboro tidak sendiri-sendiri, tetapi mereka mempunyai kelompok sendiri yaitu para pedagang kaki lima yang berasal dari Minangkabau. Dalam kelompok tersebut terdapat modal sosial di antara mereka. Melalui penelitian ini ingin diketahui bentuk-bentuk modal sosial yang terdapat di antara pedagang kaki lima Minangkabau di Malioboro, faktor penyebab terciptanya modal sosial tersebut dan peranan modal sosial tersebut bagi mereka. Untuk memperoleh kajian menyeluruh dan mendalam digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionalisme simbolik. Dengan pilihan tersebut diharapkan analisis data tidak hanya berdasarkan data yang diperoleh tetapi dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang selanjutnya digunakan untuk memahami fokus penelitian. Penelitian ini diadakan di Malioboro dengan alasan banyak terdapat pedagang kaki lima yang berasal dari Minangkabau yang berjualan di sana. Pada penelitian ini yang menjadi informan adalah pedagang kaki lima Minangkabau pedagang kaki lima yang bukan orang Minangkabau, pengunjung (pembeli) dan pemerintah (Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta). Dari penelitian tersebut diketahui bahwa terdapat modal sosial di antara PKL Minangkabau di Malioboro yang mempersatukan mereka. Modal sosial yang terdapat di antara mereka tersebut seperti kebersamaan, kepedulian, keakraban, kejujuran, dan nilai-nilai adat dan budaya lokal. Modal sosial yang terdapat di antara mereka tersebut tidak terbentuk secara spontan namun melalui suatu proses. Terciptanya modal sosial di antara pedagang kaki lima Minangkabau di Malioboro tersebut disebabkan olah beberapa faktor sepeperti karena jauh dari kampung halaman dan tidak mempunyai sanak saudara di rantau, adanya rasa peduli terhadap sesama perantau dari Minangkabau, keinginan adanya suatu hubungan yang bersifat jangka panjang, untuk keuntungan dan kerjasama yang akan diperoleh, dan untuk mencegah dan menghindari konflik. Modal sosial yang terdapat di antara PKL Minangkabau di Malioboro tersebut juga memberikan manfaat bagi mereka. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan dalam hubungan sesama PKL Minangkabau sehari-hari, namun juga bermanfaat dalam mengembangkan usaha mereka, hubungan dengan PKL lainnya yang bukan orang Minangkabau dan dalam berhubungan dengan pemerintah.
Kata Kunci : Modal Sosial